Tanya: Saya seorang mahasiswa perguruan tinggi di kota K. Di kampus, saya termasuk aktif dalam berbagai kegiatan, sehingga banyak teman. Di antara teman-teman itu, ada yang suka mengenalkan saudaranya ketika saya berkunjung ke rumahnya atau ada acara di kampus yang terbuka untuk umum.
Di antara teman-teman itu, ada Y yang punya saudara bernama B. Kami sudah lama berkenalan, dan akhirnya kami saling menyayangi. Keluarga kami masing-masing sudah mengetahui hubungan kami dan tidak ada yang mempermasalahkan. Tetapi beberapa bulan yang lalu, saudara sepupu saya yang bernama F ingin bertemu dengan saya untuk membicarakan hal penting. Ia sudah bekerja di luar pulau dan jarang pulang, karena itu saya sempatkan untuk menemuinya.
Ternyata ia mempersoalkan hubungan saya dengan B, karena saudara saya itu mengaku pernah dekat dengannya dan ingin menyambung lagi hubungan dengan B. Maka ia meminta saya menjauhi B, dan kalau saya menolak, maka ia akan memutuskan hubungan persaudaraannya dengan saya.
Menghadapi hal ini, saya bingung, karena dengan B saya sudah cocok, tetapi F juga saudara sekaligus sahabat saya sejak kecil. Apakah saya harus memutuskan hubungan dengan B, demi menjaga persaudaraan saya dengan F? (Roy)
Jawab: Ananda Roy, berbahagialah Roy punya banyak teman. Bahkan telah punya tambatan hati, yang sudah diterima di lingkungan keluarga. Untuk bisa menerima B dan ada kecocokan, tentu sudah melalui proses berteman yang cukup lama, sehingga Roy sudah mengenal sifat-sifat dan mungkin juga masa lalu B, demikian pula sebaliknya.
Kalau sepupu Roy mengaku pernah dekat dengan B perlu ditanyakan pada B, sejauh mana hubungan mereka. Kalau memang mereka masih terikat dalam hubungan yang khusus, maka Roy perlu memikirkan kembali kelanjutan hubungannya dengan B. Ikhlaskan kalau akhirnya B memilih F, dan hadapilah hal ini dengan hati yang lapang.
Mungkin B memang bukan jodoh Roy, dan jalan untuk bertemu jodoh pasti ada. Apalagi Roy punya banyak teman dan beraktivitas yang memungkinkan jalan ketemu jodoh lebih lapang.
Apabila yang terjadi sebaliknya, B tidak merasa punya hubungan khusus dengan F, maka lebih baik Roy mempertemukan B dengan F agar mereka saling terbuka mengenai masa lalu mereka.
Mungkin F menaruh hati pada B, tetapi B menganggapnya sebagai teman saja. Kalau penjelasan itu berasal dari B sendiri, diharapkan akan menyadarkan F bahwa ia yang salah menafsirkan sikap B terhadapnya.
Dengan demikian, diharapkan F akan ikhlas melihat B berbahagia di samping Roy. Dan tidak ada lagi niat untuk memutus tali persaudaraan dengan Roy.
Islam mengajarkan manusia untuk menjaga tali persaudaraan, karena dengan terjalinnya kekeluargaan, akan tercipta kerukunan serta ketenteraman. Sebaliknya, memutus tali persaudaraan akan menyebabkan timbulnya permusuhan antarsaudara/teman. Dan permusuhan itu menjadi pangkal terjadinya dosa-dosa yang lain ,seperti menfitnah atau menjelek-jelekkan saudara/teman sendiri. Karena itu, Rasulullah pernah bersabda bahwa ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga, yaitu pecandu minuman keras, pemutus tali persaudaraan, dan orang yang mempercayai sihir (hadis riwayat Ibnu Hibban ).
Jangan lupa mohon kepada Allah, agar Roy dan F terhindar dari perpecahan keluarga dan masing-masing mendapatkan calon pendamping yang salihah. (24) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad