
SEMARANG-Munculnya sejumlah hotel baru di Semarang tidak dipungkiri memunculkan persaingan ketat. Tingkat hunian kamar (okupansi) pun akan terkoreksi dan berpotensi turun di tahun 2012 ini.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah Heru Isnawan menuturkan, hadirnya sejumlah hotel baru di Semarang membuat okupansi hotel agak terkoreksi.
Sejumlah hotel akan bersaing ketat untuk meningkatkan tingkat hunian kamar mereka. Hal ini membuat okupansi tahun 2012 ini berpotensi turun jika dibandingkan tahun 2011.
”Kami mengimbau kepada Pemkot Semarang untuk sementara waktu menekan dulu jumlah hotel baru di wilayah Semarang. Ke depan, masih akan kami lihat dulu apakah berdampak pada penurunan okupansi,” ujarnya Selasa (7/2).
Saat ini di Semarang terdapat 31 hotel serta di wilayah Jateng sebanyak 900 hotel. Sekitar 90 persen dari jumlah tersebut bukan hotel berbintang. Sementara, 10 persen lainnya merupakan hotel hotel bintang satu hingga berbintang lima.
Untuk okupansi pada hotel bintang empat sampai lima rata-rata mencapai 60 persen. Sedangkan untuk okupansi hotel berbintang tiga ke bawah mencapai 50 persen hingga 60 persen.
Tembus 100%
”Pada bulan-bulan tertentu, memasuki peak season, jumlah okupansi bisa lebih dari itu. Misalnya libur lebaran, libur tahun ajaran baru dan libur akhir tahun. Pada musim itu okupansi sejumlah hotel bahkan bisa menembus di angka 90-100 persen,” katanya.
Menyambut Jateng Visit Year 2013, lanjut Heru, PHRI telah menggandeng sejumlah industri pariwisata untuk bersama-sama mensukseskan perhelatan itu.
Pihaknya berkoordinasi dengan Pemprov Jateng, agen perjalanan, maskapai penerbangan, serta semua industri perhotelan menyiapkan beragam kegiatan unggulan untuk menarik minat wisatawan. Misalkan, pada event Semarang Great Sale (Semargres) 2010 lalu, PHRI turut juga ambil bagian menghadirkan kegiatan dan promo bagi tamu hotel.
Sementara berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng menyebutkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jateng periode Desember 2011 lalu tercatat sebesar 52,97 persen, mengalami kenaikan sebesar 2,03 poin dibanding TPK November yang sebesar 50,94 persen.
Apabila dibanding periode yang sama Desember 2010, TPK Desember 2011 juga mengalami kenaikan sebesar 9,71 poin.
TPK Desember tertinggi terjadi pada hotel bintang lima sebesar 70,94 persen dan terendah hotel bintang pertama sebesar 33,09 persen. Rata-rata Lama Menginap (RLM) seluruh tamu hotel pada bulan Desember 2011 tercatat sebesar 1,51 malam, mengalami penurunan sebesar 0,10 poin dibanding November 2011 yang tercatat sebesar 1,60 malam. (K14-89)
(/)