
PESTA pernikahan menjadi momen bersejarah bagi setiap orang untuk mengakhiri masa lajangnya. Sebelum menyelenggarakan pesta agung itu, foto pre wedding diakui oleh sebagian orang menjadi hal wajib yang harus dilakukan.
Pilihan tempat, lokasi, dan busana sering menjadikan sang calon pengantin kebingungan. Keinginan untuk foto dengan suasana unik bahkan tidak ada duanya menjadi tren para calon pengantin saat ini.
Untuk mengabadikan moment itu, tak jarang mereka harus mengeluarkan anggaran yang lebih untuk bisa berfoto dengan pasangan di tempat-tempat yang indah di luar negeri.
Seiring dengan perkembangan teknologi modern, untuk melakukan foto pre wedding, kini tak perlu lagi harus ke luar negeri. Anggaran pun bisa lebih hemat dan dapat dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.
”Kini calon pengantin tidak perlu datang secara fisik ke lokasi tertentu untuk melakukan sesi foto. Karena, dengan kecanggihan teknologi, para calon pengantin dapat memilih background lokasi di seluruh belahan dunia.
Sehingga, biaya transportasi dan akomodasi bisa lebih hemat,” tutur Staf Serendipity Indonesia Dian Ayuningtyas, saat ditemu di studionya Bernic Castle Jl Kyai Saleh 12-14, kemarin.
Lebih Nyaman
Dengan teknologi digital imaging yang digunakan Serendipity, para calon pengantin pun akan lebih nyaman, terlindung dari panas dan hujan, tanpa keluar keringat dan kotor oleh debu. Serta, make up dan tata rambut tidak rusak dan penampilan tetap akan maksimal.
”Calon pengantin bisa memilih foto di depan Menara Eifel Paris, Colosseum Roma, jembatan terpanjang di dunia, atau di Navagio Beach Yunani tanpa harus datang langsung kesana. Dengan digital imaging, Serendipity hadir di Kota Semarang untuk memberikan layanan berkualitas dalam foto pre wedding. Dalam proses pencetakan, kami menggunakan foto digital dan canvas dengan supervisi profesional, sehingga hasil foto lebih berkualitas dan tahan lama,” paparnya.
Untuk paket yang ditawarkan, pihaknya mematok harga mulai Rp 3,5 juta untuk make up, foto, busana serta properti yang digunakan. Dokumentasi pre wedding, imbuh Dian, pada dasarnya mengambil tema indahnya masa-masa pacaran. Sehingga, tak heran bila banyak orang yang mengabadikannya dengan berbagai konsep foto.
”Trend terus berjalan. Kalau dulu banyak orang yang ingin foto pre wedding menggunakan teknologi infra merah atau kolase. Sekarang, konsep seperti itu mulai menjenuhkan. Dan foto digital yang kini menjadi pilihan kebanyakan orang,” ungkap Dian. (Muhammad Syukron-89)
(/)