
BELAJAR bahasa Inggris, sebagai bahasa kedua, harus dimulai dari kecil. Anak kecil lebih mudah belajar bahasa dibandingkan dengan remaja atau orang dewasa. Mulailah dengan kata-kata yang sederhana yang mudah diucapkan, dan mudah diingat. Belajar bahasa juga harus teratur, dan terarah.
Biasakan berbahasa Inggris setiap hari, karena semakin sering menggunakan akan semakin lancar berbicara dan fasih. Pengalaman belajar bahasa Inggris sejak balita dialami Hilma Nur Aini ( 24), mantan duta mahasiswa Unsoed dalam acara simulasi sidang PBB pada program Harvard National Model United Nations di Amerika Serikat 2011.
’’ Kali pertama belajar bapak saya mengajarkan percakapan how are you? What’s your name? and my name is Hilma,’’ katanya, kemarin.
Alumnus Fisip Unsoed 2011 itu kini mengajar di lembaga kursus bahasa Inggris Applause Purwokerto.
Tiga Kalimat Dasar
Tiga kalimat pertanyaan dasar tersebut menghantarkan dia menjadi Presiden English Society of Fisip (ESOF) 2010. ’’Kalimat yang diajarkan ayah membekas di benak saya, dan pola itu juga yang saya ajarkan pada peserta kursus di Applause,’’ ujarnya.
Dia mengakui kemampuan bahasa Inggrisnya diuji ketika dia bersama lima temannya, yaitu Robitur Rasyid, Alpinia Fitri, Ressy Dewi Yuliana, Moh Aditya Iradan, dan Ariyanto Wibowo, mengikuti simulasi sidang PBB di Harvard. ’’Kita di sana membahasa masalah internasional dengan bahasa Inggris,’’ ujarnya.
Untuk belajar bahasa Inggris, perlu juga mempelajari vocabulary. Disamping itu penerapan dan berani untuk berbicara dengan orang lain. Belajar bahasa Inggris tidaklah sesulit yang orang bayangkan.
’’Semangat dan ketekunan menjadi modal dasar. Selain itu, direct practice menjadi sarana latihan guna memperlancar penggunaan bahasa. Kita juga harus membiasakan diri untuk berbahasa Inggris . Walau di rumah sekali pun menggunakan percakapan atau istilah berbahasa Inggris,’’ tegasnya.
Sampai saat ini, tutur dia, ketika berbicara dengan ibunya juga sering menggunakan bahasa Inggris. ’’Waktu aku tidak suka dengan masakan bayam aku bilang ke ibu I don’t like spinach, Mom,’’ ungkapnya.
Kalau sering berbahasa Inggris, mempermudah kita bercakap-cakap dengan foreigners. ’’Menjadi sosok besar tidaklah instan, harus dimulai dari kecil,’’ ujarnya. (Khoerudin Islam-17)