
SLAWI- Longsor tebing Sungai Rambut di Desa Kedungjati Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, semakin parah. Selain mengikis tebing sungai, longsor juga mulai menggerus lahan pertanian warga.
Kepala Desa Kedungjati, H Moch Syakur mengatakan, bencana alam itu terjadi sejak dua tahun lalu. Hingga kini, lahan pertanian yang hilang karena longsor tersebut sekitar 5.000 meter persegi. ”Gerusan air sungai mengakibatkan tebing sungai longsor. Jika tidak ditangani, lahan pertanian yang hilang akan semakin luas sehingga merugikan para petani,” terangnya.
Sejauh ini, lanjutnya, tanah yang rawan longsor akibat kikisan air sungai yang memisahkan Kabupaten Tegal dengan Pemalang, itu sudah mendekati saluran tersier yang digunakan sebagai irigasi. Jarak antara saluran tersier dengan bibir sungai hanya sekitar 15 meter. Jika saluran tersier itu sampai hilang, ungkap kades, maka ratusan hektare sawah terancam kekeringan.
Survei Lokasi
”Saluran tersier tersebut merupakan sumber air utama bagi petani yang memiliki lahan di tepi sungai. Saat ini, mereka mulai khawatir apabila saluran itu sampai terkikis,” imbuhnya.
Kades menjelaskan, pemerintah desa sudah mengajukan permohonan bantuan penanganan longsor kepada dinas terkait.
Survei lokasi juga sudah dilakukan oleh dinas tersebut. Namun sejauh ini upaya penanganan belum dilakukan sehingga longsor belum teratasi. Dia khawatir, apabila hujan mengguyur terus-menerus, longsor akan kembali terjadi.
Menurutnya, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan penyudetan aliran sungai. Meski demikian, upaya tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar.
”Penyudetan dimaksudkan untuk meluruskan alur sungai tersebut. Saat ini aliran sungai masih berkelok-kelok. Namun upaya tersebut memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ujarnya. (K22-74)
(/)