panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
08 Februari 2012
PKL Disterilkan dari Trotoar

BANJARNEGARA- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarnegara menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjalan di trotoar jalan. Penertiban itu untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai tempat pejalan kaki.

Beberapa ruas jalan yang disisir antara lain di sepanjang Jalan Pemuda dan Jalan Dipayuda. Beberapa PKL yang mangkal ditrotoar diperingatkan agar tidak lagi berjualan di tempat tersebut.

Kepala Satpol PP, Mulyanto me­ngatakan, penertiban tersebut dila­kukan untuk mengembalikan hak para pejalan kaki, terutama Jalan Pemuda yang merupakan jalan protokol, de­ngan tingkat lalu lintas yang sangat padat.

”Kalau trotoarnya untuk jualan, lalu pejalan kakinya lewat mana? Kalau jalan diaspal, nanti tertabrak, apakah mereka mau bertanggung jawab?” tegasnya.

Penertiban Lokasi Lain

Selain itu, kata dia, penertiban juga dimaksudkan untuk mencegah mun­culnya PKL lain untuk berjualan di trotoar. Pasalnya, jika dibiarkan maka akan mengundang PKL lain sehingga penanganannya bisa menjadi lebih sulit. ”Sebelum bertambah banyak, kami tertibkan dulu,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa lokasi lain yang perlu ditertibkan, yakni di depan RSUD Banjarnegara yang kini dipadati PKL. Akibatnya, banyak pejalan kaki yang terpaksa berjalan di aspal. Lalu lintas juga menjadi tersendat karena banyak kendaraan yang parkir di tepi jalan. ”Ke depan kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi agar PKL tidak lagi di trotoar,” tandasnya.

Suroso (45), pedagang dawet ayu yang mangkal di dekat SPBU Jalan Pemuda, mengaku sudah berjualan di tempat itu sejak empat bulan lalu. Dengan adanya larangan itu, maka dia terpaksa mencari lokasi lain untuk berdagang. Dia berharap pemerintah memberikan tempat bagi para PKL yang belum tertampung di pusat kuli­ner agar mereka bisa berdagang dengan rasa nyaman karena tidak melanggar aturan. ”Karena pusat kuliner di bekas terminal sekarang sudah penuh,” ungkapnya. (cs-68)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER