panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kesehatan
08 Februari 2012
Hidup dengan Satu Organ Ginjal
  • Oleh F Suryadjaja
OPERASI cangkok ginjal dengan teknik laparoskopi tidak asing lagi di Indonesia. Selain masa pemulihan fisik pascabedah lebih singkat, juga sayatan sekitar empat sentimeter sehingga tidak begitu menakutkan bagi pasien. Dikutip dari media massa, Soemardiyono (61 tahun) dari Pacitan, Jawa Timur,  beberapa waktu lalu menjalani cangkok ginjal dari satu ginjal putra sulungnya sendiri yang berusia 31 tahun di Jakarta.

Kini, baik Soemardiyono maupun putra sulungnya meniti hidup kesehariannya dengan satu organ ginjal. Bila menjalani pola hidup sehat secara konsisten, seorang dewasa bisa hidup seperti individu normal meski hanya memiliki satu organ ginjal. Dari pengalaman medis, bila satu ginjal diangkat lewat tindakan bedah, maka ginjal yang tersisa melakukan hipertrofi (adaptasi) sedemikian rupa sehingga fungsi satu ginjal secara perlahan menjadi setara dengan kemampuan yang sebelumnya dimiliki oleh kedua ginjal secara bersama-sama.

Organ ginjal berbentuk mirip biji kacang dan merupakan organ tubuh yang rentan terhadap kerusakan akibat trauma ginjal. Karena itu organ ginjal secara anugerah ditempatkan di bagian tubuh yang terlindung tulang iga dan tulang punggung yang kokoh di bagian belakang rongga perut. Ginjal kanan sedikit lebih rendah letaknya dibanding dengan ginjal kiri karena terdesak ke bawah oleh berat gravitasi organ liver. Kutub atas ginjal kanan terletak setinggi tulang iga keduabelas. Sedangkan kutub atas ginjal kiri terletak setinggi tulang iga kesebelas.

Berlandaskan letak anatomis yang lebih rendah, ginjal kanan lebih cenderung dipilih untuk didonorkan. Lantaran ginjal kiri lebih sulit diangkat lewat tindakan bedah akibat terhalang oleh tulang iga keduabelas. Panjang ginjal orang dewasa rata-rata 13 sentimeter dan lebar 6 sentimeter. Perbedaan panjang antara kedua organ ginjal melebihi 1,5 sentimeter merupakan pertanda penting dari kebanyakan penyakit ginjal. Berat satu organ ginjal 150 gram, sehingga dari aspek cangkok ginjal praktis tidak menimbulkan kesulitan peletakan ginjal donor ke tubuh resipien (penerima).     

Nefron adalah unit fungsional terkecil dari organ ginjal. Satu ginjal manusia terdapat sekitar satu juta nefron yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Individu dengan dua organ ginjal, total jumlah nefron mencapai dua juta. Dengan demikian, fungsi ginjal dapat dianggap sebagai jumlah total dari fungsi semua nefron. Mulai usia 40 tahun terjadi degenerasi jumlah nefron secara bertahap sekitar 10 persen tiap 10 tahun. Sehingga pada usia 80 tahun pada penuaan normal, hanya 60 persen nefron yang berfungsi. Ginjal tak dapat membentuk nefron baru (regenerasi) dan persentase nefron yang masih berfungsi merupakan parameter keparahan gagal ginjal kronis.

Tubuh normal masih dapat dipertahankan dengan susah payah, meski jumlah nefron yang berfungsi normal tinggal satu persen atau 20.000. Berlatar pengetahuan ini, memungkinkan mendonorkan (menyumbangkan) satu ginjal untuk transplantasi tanpa membahayakan kehidupan. Pada beberapa kasus gagal ginjal kronis, dengan fungsi ginjal 10 persen saja sering tidak memberikan gejala klinis gagal ginjal, bahkan tampak bugar dan masih mampu melakukan olahraga seperti individu normal.

Urine atau air kemih merupakan produk akhir dari fungsi fltrasi ginjal yang dikeluarkan dari tubuh saat berkemih. Urine dibentuk dari darah oleh nefron. Tiap nefron terbentuk dari glomerulus dan tubulus renalis. Glomerulus dan kapsula Bowman merupakan tempat plasma darah difiltrasi sehingga terbentuk filtrat sebagai cikal air kemih. Dalam lumen tubulus, sejumlah zat yang masih dibutuhkan tubuh diserap kembali. Sebaliknya bahan sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan tetap berada dalam filtrat untuk dialirkan ke pelvis renalis lewat tubulus korigentes sebagai air kemih.

Kreatinin Darah

Gagal ginjal kronis merupakan suatu keadaan klinis kerusakan organ ginjal yang progresif dan ireversibel (tak dapat sembuh) dari berbagai penyebab. Menurut Brenner dan Lazarus (1987) di Inggris, glomerulonefritis dengan gejala kencing berwarna merah (hematuria) berkontribusi 24 persen sebagai penyebab gagal ginjal kronis. Nefropati diabetik menyumbang 15 persen, namun kini semakin bergerak sebagai penyebab utama gagal ginjal sehubungan epidemi diabetes.

Sedangkan nefrosklerosis karena hipertensi memiliki proporsi 9 persen. Penyakit ginjal polikistik dan pielonefritis memiliki kontribusi total 16 persen untuk kejadian gagal ginjal kronis. Ironisnya, meski penyakit ginjal sering menjadi topik perbincangan keseharian bagi kalangan awam, gagal ginjal kronis sering terdiagnosis tatkala  melakukan pemeriksaan laboratorium fungsi ginjal untuk keperluan asuransi.

Pasalnya, sebagian besar gagal ginjal kronis tidak memberikan gejala klinis walau kondisi fungsi ginjal sesungguhnya sudah tergolong parah. Untunglah, kadar kreatinin darah akurat dipakai sebagai prediktor untuk menimbang seberapa besar fungsi ginjal masih tersisa. Kadar kreatinin 10 mg/dL menandakan gagal ginjal tinggal 10 persen nefron saja yang masih berfungsi normal. Kondisi ini disebut gagal ginjal stadium terminal. Meski sudah demikian, manifestasi klinis tidak spesifik. Pasien sebatas merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Tubuh terasa mudah lelah dan mudah jatuh sakit. Terkadang pruritus seluruh tubuh atau pilek satu bulan tak sembuh-sembuh.

Jangka waktu dari ginjal normal sampai ke stadium terminal gagal ginjal kronis (GGK) dapat berkisar antara 2 bulan hingga 40 tahun. Karenanya, diagnosis GGK sering luput dari anamnesis medis. Tambahan pula, jarang berkemih dan volume urine yang lebih sedikit dipahami sebagai hal biasa. Meski sudah pada tahap oliguria dimana volume urine kurang dari 500 mililiter sehari, jauh di bawah normal 1500 mililiter sehari. Dengan volume urine yang minimal, sampah metabolit terkhusus ureum, menumpuk dalam aliran darah dan meracuni seluruh organ tubuh. Karena itu, GGK stadium akhir merupakan indikasi memerlukan bantuan medis cuci darah, bila transplantasi ginjal belum memungkinkan. ( 11)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER