
BANTUL - Nasib mengenaskan dialami warga Dusun Ngibikan, Canden, Jetis, Bantul, Sutrisno (62). Warga Selasa (7/2) pagi menemukan dia tewas di saluran irigasi. Tubuhnya tersangkut di saluran irigasi yang berjarak satu kilometer dari depan rumahnya. Dia ditemukan setelah warga menyusutkan saluran irigasi. "Pamitnya sejak Senin (6/2) malam. Katanya mau buang air," kata Wakijan, Ketua RT 1, di lokasi penemuan.
Menurut Wakijan, Sutrisno pamit kepada keluarganya pada Senin (6/2) sekitar pukul 20.00. Katanya, dia hendak buang air di saluran irigasi depan rumahnya. Ketika itu ada tetangga yang bertanya kepada korban mau ke mana, tetapi tidak dijawabnya.
Lama tidak kembali, keluarga menganggap Sutrisno nongkrong bersama warga lain. Warga mulai curiga karena hingga Selasa (7/2) pagi korban tidak kembali. Sekitar pukul 07.30, beberapa warga berinisiatif menutup bendung tegal yang mengairi saluran irigasi.
Setelah air irigasi menyusut pukul 08.30 WIB, korban ditemukan tewas tersangkut di saluran irigasi. Penemuan itu membuat geger warga, karena sama sekali tidak menyangka dia akan bernasib tragis.
''Saat ditemukan korban sudah tak bernyawa, sekitar satu kilometer dari rumahnya. Dia ditemukan tersangkut di bebatuan kalen (saluran irigasi) setinggi perut orang dewasa," jelasnya.
Sebelum ditemukan, Wakijan merasakan hal yang aneh pada Sutrisno. Pria yang ramah dan sering bertegur sapa itu menjadi lebih pendiam. Bahkan, ketika disapa, korban tidak membalas sapaannya.
Sukiyat, adiknya, memperkirakan korban terpeleset ke saluran irigasi. Dasar sungai yang terbuat dari semen itu membuat saluran irigasi terlalu licin.(sgt-55)
(/)