
SEIRING dengan perkembangan zaman, Matematika kini bisa dipelajari dengan cara lebih mudah. Salah satunya dengan memanfaatkan peranti teknologi informasi (TI).
"Pembelajaran Matematika sekarang sudah bervariasi. Kalau dulu guru dan dosen hanya menjelaskan dan memberikan contoh, sekarang siswa bisa aktif belajar sendiri lewat internet," ungkap Ketua Jurusan Matematika Fakultas MIPA UNY Dr Sugiman MSi.
Internet tidak hanya efektif menjadi media belajar, tapi juga mengajar. Bukan sesuatu yang tabu, jika guru menyampaikan tugas kepada anak didik atau siswa untuk mengumpulkan tugas lewat dunia maya.
Menurut doktor lulusan UPI Bandung tahun 2010 ini, konsep kuno yang biasa diterapkan dalam proses belajar-mengajar sudah semestinya ditinggalkan. Pada masa kekinian, siswa tidak bisa lagi hanya diperintah duduk, lantas diberi setumpuk soal dan pekerjaan rumah.
Presentasi
Pada pembelajaran di tingkat universitas, selain mengandalkan TI, mahasiswa juga diberi tugas presentasi. Selain mengolah kemampuan public speaking, presentasi menjadi peluang bagi mahasiswa menginformasikan semua materi yang meraka ketahui.
"Tidak bisa jika mahasiswa hanya dididik dengan cara konvensional. Perkembangan zaman menuntut mahasiswa untuk menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan mandiri," ujarnya.
Jika dalam pelaksanaan tugas masih terdapat kekurangan, kewajiban dosen untuk mengoreksi. Dengan cara pembelajaran yang lebih humanis ini, Matematika tidak lagi sekadar menjadi alternatif pilihan ketika mendaftar di perguruan tinggi.
Dari tahun ke tahun minat calon mahasiswa untuk menekuni ilmu pasti ini kian meningkat. Tren ini didorong pula dengan keyakinan peluang kerja yang luas. Kebutuhan guru Matematika tidak hanya datang dari jenjang dasar, tapi sampai sekolah menengah. (Amelia Hapsari-55)
(/)