
MAGELANG- Ratusan pedagang di kawasan objek wisata Candi Borobudur mendapatkan kesempatan belajar ke Pabrik Coca-cola Amatil Indonesia (CCAI) di Bawen, Kabupaten Semarang.
Selain mendapat materi workshop bagaimana melayani konsumen, para pedagang juga melihat langsung pengalengan produk Coca-cola. Jadi kegiatan ini selain sebagai sarana belajar juga ajang rekreasi.
''Tujuan kegiatan ini memberikan pembelajaran kepada pedagang. Selain itu agar mitra CCAI ini bisa melihat proses produksi,'' kata Deva Rachman, National Corporate Affairs Manager CCAI.
Ditambahkan, dalam program pedampingan pedagang Borobudur ini pihaknya memberikan empat materi pelatihan. Yakni pelayanan yang baik kepada konsumen, manajeman keuangan, operasi toko, dan penataan barang dagangan.
''Program pelatihan ini setidaknya akan meningkatkan ketrampilan, dan pelayanan terhadap konsumen. Jika demikian, citra pedagang Borobudur di mata wisatawan akan baik dan dikenang. Dampaknya semakin banyak orang berkunjung ke sini,'' katanya.
Lima Tahun
Menurutnya, program Coca-cola for Borobudur akan terus berjalan selama lima tahun. Termasuk program pemberian bantuan awal sebesar Rp 250 juta kepada UNESCO (United Nation Educational Scientific dan Cultural Organization), khususnya penanggulangan dampak letusan Gunung Merapi.
Dijelaskan, pelatihan kepada pedagang ini termasuk bagian dari donasi yang akan dilangsungkan bertahap. Pemberdayaan perekonomian lokal menjadi salah satu program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat setempat.(H33-52)
(/)