
BREBES - Pakar politik dan mantan anggota KPU Pusat Chusnul Mariyah PhD mengatakan, penyelenggaraan pemilu di semua tingkatan harus jujur dan adil serta bersih dari praktik politik uang. Karena itu, dalam pemilu dia meminta politik uang harus dilawan.
''Semua pihak yang terlibat dalam kancah pemilu harus berani melawan politik uang. Sehingga pemilu benar-benar bisa menghasilkan pemimpin yang rahmatan lil alamin,'' tuturnya pada Seminar Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Brebes di Gedung Korpri Brebes, kemarin.
Dia mengatakan, politik uang akan merusak tatanan pemilu. Niat suci dari calon atau masyarakat pemilih akan ternodai. Salah satu cara terbaik menghadapinya harus dengan cara dilawan, jika perlu mahasiswa memeloporinya.
Rakyat harus diberi mandat penuh untuk menentukan pilihannya, dengan memberikan kebebasan menentukan polihan politiknya. Dia memandang pemilihan bupati dan wakil bupati Brebes yang akan datang sangat strategis, sebagai momentum menghargai suara rakyat. Untuk menempatkan rakyat sebagai raja. "Sebab, hakikat otonomi daerah adalah untuk mendekatkan pengambil keputusan dekat dengan rakyatnya."
Dia meminta bakal calon yang hendak maju ke kancah pilkada, harus memiliki visi dan misi bekerja untuk rakyat, berani bekerja untuk perusahaan rakyat. Begitu juga ketika menjabat, kebijakan yang diputuskan harus berpihak rakyat, menyentuh langsung rakyat, dan membela rakyatnya. "Janji dan realitas harus terbukti, jangan lagi-lagi membohongi," tandasnya.
Ketua panitia Hendri Handoko menjelaskan, seminar mengusung tema strategi dan aksi mewujudkan masyarakat madani, dengan tujuan sebagai upaya menuangkan ide, aksi dalam konteks berbangsa dan bernegara.
Dua pembicara yang tampil adalah bakal calon Wakil Bupati Brebes Drs H Supriyono dan Dr H Munthoha Nasucha MPd (mantan Kepala Dinas Pendidikan Brebes). Kemunculan kedua kandidat tersebut bukan bermaksud mempopulerkan mereka. Hendri mengatakan, forum seminar ini bukan agenda politik dan tidak ada kebulatan politik.
Pembicara lain, Dr M Nasih (pengamat politik/pengurus Dewan Pakar ICMI Pusat), Ir Bejo Rudiantoro MM (praktisi bisnis/Sekjen DPP Ormas MKGR). Seminar diikuti lebih kurang 200 peserta dari unsur KAHMI Brebes-Tegal-Slawi, SKPD, ormas, OKP, LSM, organisasi kemasyarakatan dan tokoh masyarakat. (wh-48)
(/)