
PEKALONGAN- Akibat Longsor di Desa Curugmuncar, Kecamatan Petungkriono, saluran pembangkit tenaga mikrohidro (PLTMH) rusak. Padahal, PLTMH tersebut digunakan untuk menerangi 316 rumah di dua desa, Curugmuncar dan Songgodadi. Peristiwa itu dijelaskan oleh Kepala Desa Curugmuncar, Marsono pada saat menghadiri pembukaan sidang gereja-gereja Kristen Jawa, di Desa Kasimpar, kemarin.
''Hujan deras yang terjadi pada 22 Januari, menyebabkan tanah longsor dan menimpa saluran PLTMH Curugmuncar sepanjang 70 meter. Bahkan, tanggulnya juga hancur akibat longsor tersebut,'' kata Marsono.
Dia menjelaskan, petugas Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pekalongan sudah datang memantau, beberapa hari lalu. Namun, saat ini, warga dukuh yang memanfaatkan keberadaan PLTMH mengalami kesulitan karena tidak ada aliran listrik.
Di lokasi lain, Kepala Desa Kasimpar, Purwo Subchi, menuturkan, selama musim hujan bulan ini, terjadi longsor yang menyebabkan satu rumah di desanya rusak.
Menutup Jalan
Kejadian tersebut sudah ditangani dengan baik, meskipun kerugian yang harus ditanggung korban cukup besar. Dia juga mengatakan, terdapat beberapa titik tebing rawan longsor yang mengancam rumah-rumah di bawahnya. ''Listrik juga mati selama empat hari berturut-turut karena hujan,'' kata Purwo.
Sementara itu, usai membuka sidang GKJ Klasis Pekalongan ke-14, Senin (6/2), Bupati Pekalongan Amat Antono, meninjau lokasi longsor di ruas jalan Kayupuring - Petungkriyono. Menurut Kades Kayupuring, Cahyono, longsor terjadi pada Senin (30/1) malam, sekitar pukul 18.30, setelah wilayah Petungkriyono diguyur hujan lebat selama dua jam. (H78-49)
(/)