
REMBANG - Rencana Pemkab Rembang mengoperasikan Pelabuhan Umum Nasional (PUN) di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke, pada Februari 2012 tak kesampaian.
Rencana pengoperasian kembali molor karena sejumlah fasilitas seperti perlengkapan navigasi belum terpasang. Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, belum turunnya izin operasional dari Dirjen Perhubungan Laut menjadi kendala utama.
"Karena izin operasional belum turun, pelabuhan pun belum bisa digunakan. Kami terus mengusahakan pengurusan perizinan agar pelabuhan tersebut bisa segera dioperasikan," terangnya, Senin (6/2).
Mundurnya pengoperasian PUN sudah ditebak banyak pihak. Hingga saat ini proyek yang telah digelontor miliaran rupiah dari APBN itu masih dalam pengerjaan. Padahal pembangunan megaproyek tersebut sudah dikerjakan sejak 2008 dengan pemasangan 16 tiang pancang. Kegiatan itu menelan anggaran Rp 10 miliar.
Tambahan delapan titik tiang pancang dipasang pada 2009. Proyek lanjutan itu menelan anggaran Rp 1,5 miliar. Pada 2010 dilakukan pembersihan ranjau di perairan laut seluas 183 ha. Pembersihan ranjau menghabiskan dana Rp 2 miliar.
Sangat Vital
Pada tahun yang sama, dilakukan reklamasi lanjutan sepanjang 104 meter.
Pemkab kembali mendapat kucuran anggaran Rp 30 miliar pada 2011 untuk melanjutkan pembangunan proyek tersebut. "Pengerjaan proyek pelabuhan terus dikebut. Pengadaan alat navigasi masih terus diupayakan," terang Hafidz.
Dia menambahkan, keberadaan pelabuhan akan sangat vital untuk mendongkrak kegiatan perekonomian kabupaten itu. "Seiring dengan rencana investasi besar seperti pabrik semen dan lainnya, keberadaan pelabuhan ini akan sangat penting. Bahkan berpotensi dikembangkan menjadi pelabuhan internasional," katanya. (H62-60)
(/)