MENYAMBUT hari raya Yuan Xiao atau lebih dikenal dengan nama hari raya Cap Go Meh yang jatuh pada hari kelima belas setelah Tahun Baru Imlek (Cia Gwee Cap Go), Kelenteng Tek Hay Kiong mengadakan kirab gotong Toa Pe Kong, Minggu (5/2) siang.
Dalam kirab kemarin, ada sembilan kongco yang diarak, tujuh di antaranya milik Kelenteng Tek Hay Kiong dan dua lainnya dari Kelenteng An Tjeng Bio Indramayu dan Kun An Tong Kuningan. Dari tujuh kongco milik Kelenteng Tek Hay Kiong, tiga di antaranya merupakan kongco tuan rumah yakni Kongco Ceng Gwan Cin Koen (Dewa Pembasmi Siluman), Kongco Tek Hay Cin Jin (Dewa Keberkahan/Kemuliaan) dan Kongco Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bumi/kebajikan pembawa berkah).
Kirab Toa Pe Kong dimulai pukul 13.00 dari kelenteng menuju ke pelabuhan untuk melaksanakan sembahyang pantai atau sembahyang kepada Dewa tuan rumah Tek Hay Kiong yakni Kongco Kwee Lak Kwa.
Kirab dimeriahkan bunyi petasan, barisan pembawa lentera serta atraksi liong dan barongsai. Ritual tersebut menyedot perhatian warga Kota Tegal dan dari luar kota .
Ketua Yayasan Tri Dharma Tegal Kwee Hong Koen mengatakan, sesuai kepercayaan mereka, pada Hari Raya Yuan Xiao yang disebut juga hari raya Shang Yuan, Tian Guan Da Di turun ke dunia untuk membagi berkah kepada umat manusia yang diikuti dengan Xian Nu Shan Hua (bidadari penabur bunga). Barang siapa kejatuhan bunga-bunganya maka segala cita-citanya akan tercapai.
Menurut dia, sudah menjadi tradisi bila Hari Raya Yuan Xiao sebagai malam purnama raya pertama di musim Chun/semi yang juga sebagai hari penutup dalam rangkaian tahun baru Imlek dirayakan secara meriah, di antaranya dengan mengadakan upacara gotong Toa Pe Kong dengan menggunakan joli (tandu).
Menurut Kwee Hong Koen, makna sembahyang di pelabuhan bersifat historis untuk mengingat bahwa kongco Kwee Lak Kwa yang pernah datang, hidup dan memperoleh gelar ritual Taoisme "Tek Hay Jin Cin" di Laut Tegal.
"Ini yang menjadikan Kelenteng Tek Hay Kiong Tegal sebagai pusat dari Kelenteng "Tek Hay Cin Jin" yang lain mulai dari Jakarta, Indramayu, Brebes, Slawi, Adiwerna, Pekalongan dan Semarang," terangnya.
Dia menyebutkan, gotong Toa Pe Kong juga akan dilaksanakan Senin (6/2). Prosesi ini sebagai upacara sembahyang kebesaran dewa Taosime, dimana para umat mempercayai sebagai upacara ritual untuk mengusir pengaruh buruk menjadi berkah keselamatan dan kemuliaan dari Tuhan Yang Maha Esa. (Cessnasari-48) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad