
JAKARTA-Anggota Badan Anggaran DPR Wa Ode Nurhayati kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Wa Ode mengaku dicecar soal sistem anggaran.
”Hari ini ada 10 pertanyaan, belum masuk pada substansi yang dituduhkan. Tetapi lebih tajam dan lebih menukik pada sistem anggaran,” kata Wa Ode usai menjalani pemeriksa di Gedung KPK, Jumat (3/2).
Politikus PAN itu enggan merinci pertanyaan yang disampaikan penyidik. ”Yang pasti soal apa tugas saya, apa saja yang saya lakukan, dan apa saja yang saya tahu di DPR,” jelasnya.
Politis
Sebelum menjalani pemeriksaan, Wa Ode mengatakan, dirinya belum mendapatkan pemberitahuan resmi mengenai pemberhentian dirinya dari Badan Anggaran (Banggar).
Wa Ode menilai keputusan Badan Kehormatan (BK) DPR yang mencopot dirinya telah dipolitisasi.
”Kalau (keputusan) BK sih saya anggap ini semuanya politis,” kata Wa Ode.
Menurut dia, bukan kali ini BK DPR mengambil tindakan politis terhadap dirinya. Sebelumnya, dia juga pernah berurusan dengan BK DPR terkait laporan Ketua DPR Marzuki Alie.
”Intinya adalah supaya saya tidak ada di Badan Anggaran. Itu saja kok,” imbuh adik sepupu pengacara Wa Ode Nur Zaenab itu.
Wa Ode enggan menyebut secara spesifik pihak yang ingin ”membuangnya” dari Banggar DPR. Namun ia tak menampik bahwa para pimpinan Banggar dan DPR berada di balik aksi pencopotan jabatannya.
”Saya rasa semuanya (pimpinan Banggar dan DPR),” imbuhnya.(J13-71)
(/)