panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Pantura
04 Februari 2012
Jalan Ciregol Kembali Mengkhawatirkan
  • Muncul Retakan di Titik Lama
BUMIAYU - Warga yang terbiasa melintasi jalur Tegal-Purwokerto mulai mengkhawatirkan kondisi jalan pada tanjakan/turunan Ciregol di Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong, Brebes.

Pasalnya, badan jalan di lokasi itu mulai rusak dan bergelombang. Bahkan di Kilometer 165.650, muncul retakan kecil yang membelah jalan. Titik retakan itu merupakan lokasi kali pertama jalan Ciregol ambles pada awal Maret 2011 lalu. ’’Kami khawatir jalan ambles lagi karena pola retakannya sama seperti kali pertama jalan Ciregol ambles,’’ kata Hadi, warga Desa Kutamendala, Jumat (3/2).

Menurut dia yang setiap hari melewati Ciregol, retakan muncul sejak tiga hari terakhir. Pada lajur kiri (dari arah Tegal) retakan sudah tampak jelas. Sementara di lajur kanan masih samar, namun badan jalan ambles.  Adapun jalan rusak dan bergelombang terjadi di tiga titik, seluruhnya berada persis di atas gorong-gorong. ’’Perlu dilakukan penanganan dini sebelum bertambah parah dan mengancam kelancaran transportasi,” kata dia.  

Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, jalan rusak dan bergelombang itu membuat pengendara semakin kerepotan, utamanya kendaraan berat yang melintas dari arah Tegal. Sebelumnya, Kamis (1/2) pagi sebuah tronton B-9280-ML bermuatan plat besi terperosok dalam drainase setelah tidak kuat menanjak. Menyusul kondisi itu, sejumlah warga berinisiatif membantu pengaturan lalu lintas. Mereka memandu truk agar bisa melalui tanjakan. Atas jasanya, mereka mendapatkan imbalan dari para sopir. ’’Agar bisa melewati tanjakan kendaraan harus ambil sisi kanan,’’ ucap salah seorang warga.

Kendaraan Berat

Petugas Dishubkominfo di Bumiayu, Ari Mardiyanto SIP membenarkan kondisi jalan Ciregol yang kian mengkhawatirkan. Dia menduga hujan terus-menerus memicu munculnya retakan tersebut. ’’Kondisi tanah di Ciregol memang labil. Lalu lintas kendaraan berat yang tak mengindahkan peraturan ikut memperparah keadaan,’’ katanya.

Kepala Terminal Bumiayu itu menambahkan, saat ini kemiringan tanjakan Ciregol mencapai 13 persen. Padahal batasan maksimal kemiringan 9 persen sampai 10 persen.

’’Dengan kondisi itu kendaraan akan kerepotan melewati tanjakan. Apalagi kendaraan berat yang muatannya di atas 16 ton,’’ kata dia.

Adapun Camat Tonjong Drs Hudiyono MSi menyatakan kerusakan yang terjadi saat ini akan dikoordinasikan dengan instansi terkait, dalam hal ini Bina Marga Provinsi wilayah Tegal. Pada bagian lain, pihaknya juga mengharapkan kendaraan berat jenis tronton, truk gandeng dan trailer agar bisa mematuhi peraturan yang telah dikeluarkan oleh Dishubkominfo. ’’Larangan masuk Ciregol bagi kendaraan tonase di atas 16 ton sebenarnya untuk kebaikan bersama. Dengan mematuhi paling tidak bisa memperlama usia jalan Ciregol sampai jalan baru dibangun,’’ kata dia. (H51-49)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER