BREBES - Sekawanan pengedar dan pemakai ganja diringkus jajaran Satnarkoba Polres Brebes, Jumat (3/2). Pelaku yang berjumlah empat orang itu, tertangkap tangan saat melakukan pesta ganja di salah satu tambak, di Desa Pulolampes, Kecamatan Bulakamba, Brebes.
Dari empat tersangka, salah seorang di antaranya adalah pengedar ganja, yakni Sukardi (25), warga Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba. Pria yang bekerja sebagai tukang kredit keliling itu merupakan target operasi (TO) Satnarkoba Polres Brebes dalam setahun terakhir.
Sedangkan tiga pelaku lainnya adalah pemilik dan pemakai ganja, yaitu Bambang (23), Wargiman (30) dan Sutomo (27), ketiganya warga Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba.
Dari tangan empat tersangka itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti ganja kering seberat 86,20 gram. Selain itu, diamankan juga sebuah handphone milik tersangka Sutomo (27).
Kapolres Brebes, AKBP Kif Aminanto SIK MH melalui Kasat Narkoba AKP Sapari mengatakan, kasus itu terbongkar berawal informasi masyarakat yang menyebutkan tersangka Sutomo habis membeli ganja. (H38-49)
Nakhoda KM Leo Dimintai Keterangan
BATANG- Nakhoda Kapal Motor (KM) Leo, Soari (50) warga Dukuh Sabetan, Karangasem Utara, Batang, dimintai keterangan petugas di Kantor Syahbandar Pelabuhan Batang, Jumat (3/2). Langkah itu dilakukan untuk mengetahui kronologi secara pasti terkait hilangnya seorang anak buah kapal (ABK), Rasono (38).
Warga Desa Klidang Lor tersebut hilang di tengah laut, Senin (30/1) lalu. KM Leo baru mendarat di Pelabuhan Batang pukul 08.00 kemarin, setelah berangkat berlayar pada Jumat (20/1) lalu. Soari datang ke Kantor Syahbandar Pelabuhan Batang didampingi beberapa ABK lainnya.
”Hilangnya Rasono baru diketahui pagi hari pukul 07.00, saat ABK lain akan mulai beraktivitas mencari ikan,” terang Soari, ditemui usai dimintai keterangan.
Penyebab korban hilang, Soari mengaku tidak mengetahui secara pasti, karena sebelum hilang korban diketahui sempat tidur di atas kapal. Namun, setelah dicari selama tiga hari, korban tidak ditemukan. Terkait dengan peristiwa tersebut, pihaknya langsung melapor kepada pengurus kapal di Batang.
Dijelaskan, musibah itu terjadi saat kapal sedang berlayar di Perairan Tegal, dan saat itu kondisi ombak dalam keadaan tenang. ”Hingga sekarang kami juga belum tahu penyebab hilangnya, karena tidak ada yang mengetahui,” kata Soari.(H63-74)
Anggota Sibat dan Satgana Dilantik
SLAWI- Sebanyak 121 anggota Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) dan 30 anggota Satuan Penanganan Bencana (Satgana) PMI Kabupaten Tegal, dilantik dan dikukuhkan di halaman SMKN 1 Slawi, kemarin.
Tim Sibat yang dikukuhkan berasal dari enam desa rawan bencana di Kabupaten Tegal, yakni Desa Sigedong, Desa Batumirah, Desa/ Kecamatan Bumijawa, Desa Danasari Bojong, Desa Kaligayam Margasari, dan Desa Kedungkelor Warureja. Adapun Satgana berasal dari anggota Relawan Korps Sukarela (KSR) dan Tenaga Sukarela (TSR).
Wakil Ketua IV PMI Kabupaten Tegal, Drs H Zaenal Arifin, menjelaskan, tim Sibat merupakan warga masyarakat yang menyatakan diri sebagai tim sukarela atau relawan PMI. Mereka bersedia mendarmabaktikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menggerakkan masyarakat di lingkungan masing-masing agar bersikap tanggap darurat terhadap bencana.
"Sibat juga menggerakkan masyarakat dalam program Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM), yakni pengurangan resiko terpadu berbasis masyarakat dengan memobilisasi dan melibatkan partisipasi masyarakat secara penuh," ujarnya.
Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal, Mahmudin menambahkan, program KBBM Sibat di enam desa daerah rawan bencana terselenggara atas dukungan dari Palang Merah Indonesia Provinsi Jateng dan Palang Merah Jerman.
Ke depan, program tersebut akan dikembangkan secara mandiri di desa lain yang rawan bencana sesuai dengan kemampuan PMI kabupaten Tegal. (K22-88)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad