PURWOKERTO - Sekolah diimbau untuk lebih selektif dalam memberi peluang bagi pedagang jajanan yang ingin berjualan di lingkungan sekolah. Pasalnya, dengan pengetatan terhadap pedagang diharapkan kesehatan anak terlindungi.
Kepala Seksi Farmasi Makanan Minuman dan Pembekalan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas, Tri Byar Wijayanti, kemarin mengatakan sekolah hendaknya lebih berhati-hati terhadap pedagang. Sekolah perlu memperketat terhadap peredaran makanan yang dijajakan pedagang.
’’Kami mengajak sekolah untuk mempunyai posisi tawar terhadap pedagang. Kalau ada pedagang yang ingin berjualan di lingkungan sekolah, sebaiknya diminta memenuhi syarat. Di antaranya makanan yang dijajakan menyehatkan dan tidak membahayakan anak,’’ ungkapnya.
Kendati begitu, diakui sekolah tidak berani melarang pedagang berjualan. Namun demikian, sekolah juga tidak boleh terlalu lunak terhadap mereka.
’’Sebenarnya yang diharapkan hanyalah kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Pedagang boleh berjualan, tetapi jajanan yang dijual juga tetap menyehatkan anak,’’ tandas dia.
Sementara untuk mengantisipasi penggunaan bahan berbahaya, tahun 2012 Dinkes akan melakukan pengujian terhadap sampel jajanan. Adapun jenis uji yang akan dilakukan adalah uji kandungan formalin dan pewarna yang terkandung dalam jajanan.
Disamping melakukan pengujian, sosialisasi terhadap pedagang juga dilakukan. Bahkan, pada 25 Januari lalu telah dilakukan sosialiasi.(H48-17)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad