panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kampus
04 Februari 2012
DEBAT : "Nilai UN, Syarat Masuk PTN"
Benahi Dulu Sistem UN
  • Irma Muflikhah : Mahasiswi Tadris Matematika IAIN Walisongo Semarang

WACANA penggabungan Ujian Nasional (UN) dengan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) patut diapresiasi. Jika kebijakan itu terealisasi, praktiknya akan lebih efisien. Calon mahasiswa tidak terlalu terbebani, baik dari segi biaya maupun tenaga dan pikiran untuk memikirkan ujian masuk perguruan tinggi.

Langkah itu juga bisa meminimalisasi penyimpangan yang terjadi dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru.

Namun, mewujudkan kebijakan itu dalam waktu terdekat adalah langkah gegabah.  Apalagi, wacana itu mengundang kontroversi. Artinya, ada penolakan dari sebagian masyarakat karena berbagai alasan.

Kontroversi itu semestinya mendorong pemerintah untuk berpikir panjang.  Setidaknya menjadi bahan untuk mengkaji ulang wacana tersebut.

Penolakan terhadap kebijakan tersebut oleh sebagian masyarakat, terutama dari pihak perguruan tinggi, bukan tanpa alasan.

Upaya penggabungan UN dengan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPTN) sulit diwujudkan. UN sebagai hasil evaluasi belajar siswa selama tiga tahun, SMPTN untuk menyaring calon mahasiswa sesuai dengan kemampuan atau bidang keilmuan yang dibutuhkan.

Tiap perguruan tinggi juga memiliki kriteria sendiri-sendiri dalam menyeleksi calon mahasiswa.

Perguruan tinggi tentu tak mau asal-asalan menerima calon mahasiswa berdasarkan nilai hasil UN, sebab kredibilitas UN sendiri masih dipertanyakan. Diketahui, banyak kasus penyimpangan terjadi dalam UN.

Hasil UN belum bisa menjadi barometer pencapaian nilai akademik siswa. Siswa dengan nilai hasil UN bagus belum tentu memiliki kemampuan akademik bagus. Begitu sebaliknya.

Wajar, jika perguruan tinggi masih mengadakan berbagai tes lagi untuk menguji kemampuan calon mahasiswa.

Sebelum merealisasikan wacana tersebut, sebaiknya sistem UN dibenahi dan ditata terlebih dahulu. Paling tidak, ‘’nama baik’’ UN harus dibersihkan dari berbagai praktik penyimpangan.

 Jika sistem penyelenggaraan UN sudah tertata dengan baik, bersih, dan dapat dipertanggungjawabkan, perguruan tinggi tak akan segan untuk memasukkannya sebagai salah satu prasyarat masuk perguruan tinggi. (24)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER