
MEMPERLUAS wawasan dan pemahaman mahasiswa tak cukup hanya dengan pendidikan reguler di kelas saja. Tetapi juga perlu mendapat banyak literatur, baik dari kajian pustaka maupun berdiskusi dengan ahlinya.
Untuk itu, Minggu (29/01/2012), Program Double Degree Study Sejarah Peradaban Islam (SPI) Universitas Islam Sultan Agung Semarang mengadakan ’’nyantri’’ pakar Sejarah Peradaban Islam (SPI). Program yang pertama kali ini diisi oleh Prof Dr M Abdul Karim (guru besar UGM, UUI Yogyakarta, UMS Solo). Kegiatan perkuliahan bersama seluruh angkatan ini dilaksanakan selama dua hari yang dihadiri seluruh mahasiswa Study Sejarah Peradaban Islam, juga para dosen dan staf Jurusan.
Meskipun baru pertama kali diadakan, apresiasi besar tidak hanya datang dari mahasiswa SPI saja, namun juga dari pemateri. Bahkan saat dijumpai usia kegiatan, ia mengatakan, kegiatan positif seperti ini sangat penting dilakukan, mengingat kritis dan pemahaman sejarah generasi muda yang semakin pudar. Menanggapi hal itu, pihak Program Study SPI akan mengupayakan program ini berkelanjutan.
Bahkan Ketua Program Study SPI Dr H Kurdi Amin MA yang baru memiliki dua angkatan ini berharap selain pakar dari dalam negeri, ke depannya juga akan mendatangkan pakar-pakar lainnya dari dalam dan luar negeri yang sesuai dengan mata kulia bersama di SPI.
Selain itu, agenda ini juga berkaitan dengan tujuan awal pemberian beasiswa double degree SPI kepada mahasiswa pilihan di tiap fakultas di Unissula, yakni membangun peradaban Islam yang dimulai dari pemahaman dan wawasan sejarah yang kuat. (24)
(Rilis dikirim Nike Ardina, mahasiswa Study Peradaban Islam (SPI) Unissula.