
JAKARTA- Perseteruan antara Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan politikus Partai Demokrat Ramadhan Pohan berakhir. Ical mencabut laporan ke Bareskrim Mabes Polri setelah Ramadhan meminta maaf kepadanya.
Sebelumnya, Ical melaporkan Ramadhan ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Di sebuah media online, wakil sekjen Partai Demokrat yang juga anggota Komisi I DPR itu menuding PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) di Bima, Nusa Tenggara Barat, merupakan mesin ATM Ical.
PT SMN merupakan perusahaan tambang yang diprotes oleh warga Bima hingga memicu kerusuhan di daerah itu, baru-baru ini.
Pencabutan laporan dilakukan oleh kuasa hukum Ical, Rudy Alfon, dan Wakil Sekjen Golkar Lalu Mara yang juga juru bicara keluarga Bakrie, kemarin. Mereka datang ke Bareskrim Mabes Polri sekitar pukul 16.30.
Petik Pelajaran
Rudy mengaku diperintah langsung oleh Ical untuk mencabut laporan tersebut. Alasannya, Ramadhan telah menyampaikan permintaan maaf melalui media massa dan Ical telah memaafkannya.
"Tadi saya langsung dari Makassar ke sini untuk mencabut laporan atas perintah beliau," ujar Rudy.
Dia menegaskan, Ical telah ikhlas memaafkan Ramadhan dan berharap agar yang bersangkutan memetik pelajaran dari kasus itu, yakni supaya tidak menyebarkan fitnah.
Ical menegaskan, tidak memiliki saham sedikit pun di PT SMN. Ramadhan Pohan membenarkan dirinya telah meminta maaf kepada Ical. Menurut dia, permintaan maaf itu selaku pribadi kepada orang tua, bukan sebagai anggota DPR.
"Sebagai keluarga saya minta maaf kalau menyinggung beliau sebagai orang tua. Tapi sebagai anggota DPR, saya mewakili masyarakat Bima. Saya mempertanggungjawabkan aspirasi rakyat," jelasnya. (K24-59)
(/)