
BANDUNG- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab kecelakaan maut bus Maju Jaya di Sumedang yang menewaskan 12 penumpang.
Tim KNKT bergabung bersama tim Dinas Perhubungan Jawa Barat untuk mengungkap dugaan rem bus blong sebelum masuk jurang sedalam 10 meter di jalur Malangbong-Wado. Hal tersebut dikatakan Kadishub Jabar Dicky Syaromi di Bandung, Kamis (2/2).
”Secara administratif, bus itu tak ada masalah. Penyelidikan ini diharapkan bisa mengungkap secara persis penyebab kecelakaan,” katanya.
Mengenai kesimpulan bahwa bus itu masih laik jalan, kata Dicky, didasarkan pada masa uji kir yang masih berlaku, kendati akan berakhir pada 11 Februari 2012. Hasil uji kir dikeluarkan Dishub Sumedang. Demikian pula dengan izin trayek bus bernopol Z-7761-A itu. Jika hasil penyelidikan menunjukkan ada faktor kelalaian, Dishub akan mencabut izin trayek Maju Jaya.
Olah TKP
Kemarin, Polres Sumedang melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Enam saksi dimintai keterangan, yakni sopir dan kernet truk yang ditabrak bus serta empat warga sekitar lokasi.
Polisi belum memeriksa sopir bus, Asep Iwan (37). Pasalnya, dia termasuk korban luka. Selain itu, suasana psikologisnya juga menjadi perhatian.
”Kondisinya belum memungkinkan, harus menunggu izin dokter. Sangkaan juga belum bisa dikenakan karena harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan,” jelas Kapolres Sumedang AKBP Arman Achdiat.
Dia menjelaskan, jumlah korban tewas 12 orang, sembilan di antaranya meninggal di lokasi. Data RSUD Sumedang menyebutkan, tiga penumpang luka berat, 23 penumpang luka ringan. Total penumpang yang naik bus nahas itu 38 orang.
Kemarin, jenazah 12 korban dijemput keluarga masing-masing. Rata-rata korban mengalami patah tulang kaki dan tangan serta memar di kepala. Menurut Dadang, petugas RSUD Sumedang, semua korban sudah teridentifikasi. (dwi,ant-59)
(/)