panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
03 Februari 2012
Tajuk Rencana
Menantikan Jalur Ganda Rel KA
Pembangunan proyek jalur ganda (double track) rel kereta api lintas utara Jawa (Jakarta-Semarang-Su-rabaya) sejauh 727 km ditarget selesai 2013. Dengan demikian, awal 2014 fasilitas itu sudah bisa dibuka, dan akses kereta api akan jauh lebih lancar. Waktu tempuh Jakarta-Surabaya tentu akan lebih cepat, efi-sien, dan nyaman. Lebih dari itu, kemungkinan terjadinya tabrakan antarkereta bisa dihindari secara maksimal.

Gagasan jalur ganda ini sebenarnya sudah lama sekali, setidaknya sejak tahun 1990-an dulu. Ketika masih menjadi menteri, BJ Habibie waktu itu mengungkapkan gagasan tentang perlunya Pulau Jawa bisa lebih mengoptimalkan angkutan massal seperti kereta api. Beberapa alasan selain kenyamanan dan keamanan, bahwa antarkota di Jawa sudah sedemikian hidup sehingga tak mungkin kekurangan penumpang. Tetapi, gagasan tersebut kemudian tenggelam.

Seperti diungkapkan Dirjen Perkeretaapian Tandjung Indra, sekarang ini tengah dikerjakan jalur ganda Cirebon-Brebes-Semarang-Bojonegoro.  Kabar yang menggembirakan, sampai sekarang belum menghadapi kendala yang berarti, sehingga proyek tersebut bisa selesai dengan cepat, dan tepat waktu. Nilai proyek cukup fantastik yakni Rp 9,3 Triliun, dan Rp 4,6 Triliun di antaranya untuk Semarang-Bojonegoro sudah masuk tahap lelang.

Proyek tersebut diperkirakan akan membawa perubahan besar dalam lalu lintas angkutan barang, jasa, dan juga orang. Selama ini pembangunan kereta api relatif terlambat dibandingkan dengan fasilitas angkutan lainnya. Banyak jalur KA yang sudah mati, dibiarkan mangkrak, dan berbagai fasilitas stasiun juga terbengkelai. Pembiaran tersebut terjadi, karena pemerintah tidak memiliki perhatian yang cukup, dan selalu biaya dijadikan alasan.

Padahal, angkutan KA merupakan pilihan favorit untuk kelas masyarakat menengah-bawah. Bahkan, bukan tidak mungkin melayani segmen atas dengan fasilitas gerbong yang memadai. Sedikit bukti bahwa angkutan KA diminati menengah-atas adalah ketika PT KAI tahun 1990-an membuka gerbong kelas eksekutif Semarang-Jakarta dengan Argo Muria. Belum lagi kereta argo-argo yang lain, dan sampai hari ini masih laku keras.

Tetapi, yang kita ingin ingatkan adalah, proyek tersebut sangat membutuhkan sosialisasi masimal mengingat masih sangat banyak masyarakat yang tinggal di pinggiran rel KA. Apalagi, ada fakta banyak di antara mereka yang sudah memiliki sertifikat tanah yang ditempatinya itu. Maka, selain sosialisasi, dibutuhkan juga penegakan aturan untuk ketertiban bersama. Di samping, kekumuhan juga merupakan masalah yang harus dituntaskan.
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER