
BEBERAPA permasalahan pelajar di Kabupaten Tegal akhir-akhir ini bermula dari penggunaan situs jejaring sosial Facebook. Di antaranya, tawuran pelajar yang bermula dari saling ejek antarsekolah di dinding akun tersebut dan penculikan seorang siswi oleh teman laki-laki yang baru dikenalnya juga melalui media yang sama.
Ketua PGRI Kabupaten Tegal Drs Waudin MSi mengatakan, situs jejaring sosial itu memang hasil dari perkembangan teknologi informasi yang mempunyai dampak positif dan negatif.
Sebagai hasil dari perkembangan teknologi informasi, Facebook juga tak ada salahnya diketahui oleh pelajar. Namun, mereka juga perlu bimbingan dari berbagai pihak.
”Teknologi informasi memang seperti pisau bermata dua yang bisa mempunyai dampak positif sekaligus negatif bagi para pelajar,” ujarnya.
Dia yang baru saja melepas jabatan Kabid Pendidikan Menengah Dinas Dikpora tersebut mengatakan, para guru, orang tua, dan masyarakat perlu memantau penggunaan situs tersebut di kalangan pelajar.
Seret Pihak Lain
Dia menyebutkan, masalah-masalah yang timbul akibat penggunaan Facebook yang tidak tepat itu juga menyeret pihak-pihak yang sebelumnya justru tidak tahu-menahu. Seperti orang tua, guru, dan institusi pendidikan. ”Karena itu, semua pihak tidak boleh memasrahkan penggunaan situs jejaring sosial tersebut kepada para pelajar. Mereka harus tetap dipantau,” lanjutnya.
Secara khusus, dia yang kini menduduki posisi kepala Kantor Perpusda itu juga mewanti-wanti kepada pelajar agar selalu waspada terhadap orang-orang di Facebook yang sama sekali belum dikenal. Mereka diminta untuk tidak mudah memberikan identitas diri ataupun nomor ponsel kepada orang-orang itu.
”Pada akhirnya, pendidikan di sekolah memang harus diiringi dengan pendidikan karakter tentang moral dan agama. Hal tersebut bertujuan agar para siswa bisa membedakan mana yang benar dan tidak,” tandasnya. (M Firdaus Ghozali-58)
(/)