
BANYAK media digunakan untuk menyampaikan pesan melalui dongeng. Baik melalui media boneka tangan, layar karikatur, teater, pantomim maupun lainnya. Salah satunya Suroto (48), warga Dukuh Gondangan RT 06 RW II, Desa Tulis, Batang memanfaatkan wayang kancil sebagai media untuk mendongeng. Dengan wayang unik itu, dia menyampaikan pesan dongeng kepada anak-anak. Disebut kancil karena tokoh utama dalam wayang itu berbentuk hewan kancil.
Wayang karya Ki Dalang Petruk, begitu Suroto dikenal, dibuat dari kertas karton. Kemudian dibentuk wayang berkepala aneka hewan dengan dipoles warna-warni cat menarik. Memang, peranti pementasannya amat sederhana tak selengkap wayang kulit sungguhan. Karakter wayang yang dimunculkan juga hanya beberapa dan alur cerita berkisar dongeng-dongeng. Di sela-sela pementasan, kerap kali diselingi dagelan sehingga mampu menarik perhatian setiap penontonnya.
”Selama ini dongeng disampaikan secara monoton. Inovasi pembuatan wayang kancil itu muncul awalnya sebagai bentuk keprihatinkan kepada teman-teman guru yang jarang mendongeng. Harapannya, pesan dongeng yang disampaikan melalui wayang kancil bisa diterima anak-anak dengan baik dan dapat memancing guru untuk berinovasi,” kata Suroto yang juga Kasek SDN Ponowareng 01 Tulis, Batang itu.
Menurutnya, melalui media wayang kancil tersebut anak-anak bisa merasa senang dan tidak bosan mengikuti alur cerita dongeng hingga akhir.
Selain itu, upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian dongeng, cerita rakyat yang merupakan budaya Indonesia, khususnya bagi generasi penerus.
Visi Mengena
Dengan model wayang pertunjukan ini, masyarakat khususnya anak-anak, lebih menyukai sehingga visi yang disampaikan bisa mengena. Bahkan, sejak dikenalkan wayang kancil job manggung Ki Dalang Petruk sudah penuh, khususnya pada acara hajatan sunatan, ulang tahun, dan acara-acara lainnya.
”Bersyukur, sekarang ini order manggung pementasan wayang kancil berdatangan baik di tempat hajatan maupun ulang tahun,” terangnya sambil melingkari tanggal angka permintaan manggung di kalender rumahnya, kemarin. (Kuswandi-58)
(/)