
REMBANG - Berlarut-larutnya penataan kembali benda-benda koleksi Museum Kartini, membuat warga belum bisa menikmatinya secara utuh. Padahal, pemugaran tahap pertama yang menelan anggaran APBN Rp 4,8 miliar telah rampung dikerjakan akhir Desember lalu.
Saat ini sejumlah ruangan di kawasan inti museum masih kosong dan terkesan suwung. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Rembang Noor Effendi menyebutkan, belum turunnya rekomendasi penataan benda koleksi dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) menjadi kendala dalam penataan benda koleksi.
‘’Penataan koleksi tak bisa dilakukan sembarangan karena harus mempertimbangkan banyak hal terkait kesejarahannya. Sejauh ini pelaksana proyek revitalisasi masih melakukan pemeliharaan bangunan pasca kegiatan rampung dikerjakan,’’ terangnya, Rabu (1/2).
Saat ini, Museum Kartini mendapatkan tambahan koleksi 20 benda asli peninggalan Kartini yang dihibahkan pemiliknya. Tambahan koleksi itu sebagian besar berupa foto-foto dan lukisan RA Kartini. Tim revitalisasi juga tengah mengerjakan delapan replika benda kuno dan satu kursi yang dibuat berdasarkan foto lama.
Benda tersebut akan melengkapi 98 jenis benda koleksi Museum Kartini. Effendi menambahkan, pihaknya kini tengah menyusun telaah pengelolaan museum pascarevitalisasi. Dalam telaah itu juga diatur alur kunjungan wisatawan, termasuk dari mana pengunjung masuk maupun keluar.
Telaah ini, lanjut dia, akan melengkapi usulan kegiatan revitalisasi tahap kedua yang tengah dikirim ke Pemprov Jateng. Revitalisasi tahap kedua akan diarahkan untuk melengkapi penataan ruangan diorama RA Kartini, pengadaan seperangkat alat gamelan dan wayang kulit. (H62-42)
(/)