panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Hukum
02 Februari 2012
KPK Terus Kejar Sponsor Miranda
JAKARTA - Meski dua tersangka kunci dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Nunun Nurbaetie dan Miranda S Goeltom, berkali-kali menyatakan tidak tahu siapa penyandang dana, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap akan mengejar sponsor suap tersebut.

Pemeriksaan terhadap para petinggi PT First Mujur Plantation and Industry dua hari lalu merupakan titik awal dari upaya KPK mengejar sang penyandang dana suap.

Menurut Wakil Ketua KPK, Zulkarnaen, pemeriksaan tersebut untuk menelusuri pihak sponsor pemenangan Miranda Goeltom sebagai orang nomor dua di Bank Indonesia pada 2004.

"Pemeriksaan ini satu rangkaian, untuk mengungkap pihak yang mendanai suap cek pelawat," kata Zulkarnaen di Jakarta, Rabu (1/2).

Tiga pimpinan PT First Mujur yang diperiksa adalah Ronald Harijanto dan Yan Eli Mangatas Siahaan selaku komisaris serta FX Sutrisno Gunawan selaku wakil komisaris utama. Ketiganya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Nunun Nurbaetie.

Namun Zulkarnaen belum bisa bicara banyak mengenai keterlibatan perusahan tersebut dalam kasus suap kepada anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004. Ia hanya menegaskan, penyidik masih melakukan pemeriksaan.

"Semua yang diperiksa itu pasti satu rangkaian. Tentu yang diperiksa itu supaya kita dapat informasi tentang keterlibatan kasus ini dari yang paling kecil sampai paling atas," ujarnya.

Kemarin, Nunun kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Namun sekali lagi, dia mengaku tidak mengetahui penyandang dana suap berupa cek perjalanan senilai Rp 24 miliar tersebut.

''Saya tidak tahu,'' kata Nunun usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK.

Melalui salah satu pengacaranya, Mulyaharja, Nunun juga membantah pernah berbisnis maupun berhubungan dengan PT First Mujur Plantation and Industry milik Hidayat Lukman alias Teddy Uban. Dia juga membantah bahwa PT Wahana Esa Sejati --yang sama-sama bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit seperti First Mujur-- sebagai miliknya.

"Di PT WES, Ari (Malangjudo) adalah pemegang saham mayoritas. Tidak ada sedikit pun saham atas nama ibu. Ari juga sebagai Direktur PT WES," kata Mulya.

Pemeriksaan Terakhir

Menurut Mulya, Nunun adalah pemilik PT Wahana Esa Sembada yang bergerak di bidang telekomunikasi. Kebetulan, PT Wahana Esa Sejati menempati gedung yang sama dengan PT Wahana Esa Sembada di Jalan Riau 23, Jakarta Pusat.

"PT Wahana Esa Sejati milik Ari bergerak di kelapa sawit. Sedangkan PT Wahana Esa Sembada milik ibu bergerak di bidang telekomunikasi. Jadi jelas bahwa perusahaan ibu tidak ada hubungan dengan First Mujur," tegas Mulya.

Ari Malangjudo menjadi salah satu saksi dalam kasus tersebut. Dia merupakan orang yang menyerahkan cek ke para anggota Komisi IX atas suruhan Nunun.

Nunun memperkirakan pemeriksaan kemarin merupakan yang terakhir sebagai tersangka.  ''Iya, ini terakhir,'' kata kuasa hukum Nunun lainnya, Ina Rachman.

Nunun menjalani pemeriksaan di kantor KPK selama tiga jam sejak pukul 10.00. Saat disinggung soal materi pemeriksaan, istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu mengaku tidak ada keterangan baru yang disampaikannya kepada penyidik.

"Tidak ada yang baru. Seperti yang kalian tahu," ujar Nunun sambil memasuki mobil tahanan yang mengantarnya ke rumah tahanan Pondok Bambu.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, terungkap bahwa cek pelawat yang mengalir ke anggota Komisi IX DPR tahun 2004 dikeluarkan oleh Bank Internasional Indonesia. Cek sebanyak 480 lembar dengan total nilai Rp24 miliar itu dibeli oleh First Mujur untuk membayar lahan sawit milik Ferry Yen di Tapanuli Selatan. Ferry sudah meninggal tahun 2007.

KPK belum berhasil memecahkan misteri bagaimana cek milik PT First Mujur itu bisa sampai ke tangan Nunun sebelum mengalir ke anggota dewan. (J13-43)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER