
WONOSOBO- Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag RI, Dr H Amin H MPd menilai, sampai sekarang guru PAI masih “termarginalkan”. Mereka belum mendapatkan layanan yang baik. Padahal guru PAI sangat strategis bagi pengembangan pendidikan agama bagi anak didik.
Penilaian itu disampaikan Dr Amin H di depan 40 guru PAI Se-Jateng/DIY yang mengikuti Diklat Peningkatan Wawasan dan kompetensi guru PAI SMP, di Hotel Kresna Wonosobo, kemarin.
Diklat diselenggarakan atas kerja sama Direktorat PAI Kemenag RI dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Sains Alquran (Unsiq) Jateng. Diklat berlangsung empat hari dengan praktik selama tiga bulan.
Sehubungan itu, lanjut Direktur PAI, pihaknya saat ini mendidik 3.600 guru PAI. Diagendakan pada 2012, sebanyak 18.000 guru PAI pada sekolah umum (SD, SMP, SMA/SMK) akan disertakan pada program Peningkatan Pendidikan Guru (PPG) selama 1 tahun. Diharapkan guru PAI yang telah mengikuti PPG memiliki kompetensi lebih profesional.
Sekolah Umum
Dia juga menyebut, siswa madrasah yang baik acapkali setelah lulus tidak melanjutkan ke madrasah lagi tetapi ke sekolah umum. Misalnya, lulusan MI tak melanjutkan ke MTs. Demikian pula lulusan MTs tidak ke MA, dan lulusan MA pun tidak meneruskan ke perguruan tinggi Agama Islam. Siswa yang baik (pandai) seharusnya mendapatkan layanan pendidikan agama yang baik pula.
Rektor Unsiq Jateng Prof Dr H Zamakhsyari Dhofier MA mengatakan, pendidikan agama cukup luar biasa dan tidak sembarangan. Pendidikan agama di SD, SMP, SMA akan menjadi kekuatan peradaban Islam. Dengan demikian Diklat semacam ini relatif bermanfaat bagi pengembangan pendidikan agama Islam.
Dekan FITK Unsiq, Drs H Arifin Sidiq MPd menyebut, kemampuan baca tulis Alquran sampai sekarang belum seperti diharapkan. Padahal, baca tulis Alquran sangat penting. Diharapkan mendatang, lulusan SMP harus bisa baca Alquran.(P55-52)
(/)