Tanya :Saya seorang karyawati kantor swasta, mempunyai kepala bagian bernama H berusia 50 tahun. Di mata karyawan, H sering bersikap manis, tetapi ia dikenal pula mempunyai sifat iri hati dan tidak rela kalau ada anak buahnya punya kelebihan dalam hal apa pun. Apabila ada karyawan yang mendapatkan tugas dari pimpinan kantor yang sifatnya menguntungkan dari segi materi, ia selalu iri. Bahkan Ia juga tidak segan-segan melaporkan hal yang tidak benar tentang anak buahnya kepada pimpinan hanya untuk mencari muka. Meski kami semua tidak suka dengan perbuatannya, tetapi karena usianya lebih tua, maka kami menghormatinya.
Beberapa waktu yang lalu, saya pernah ditawari untuk menduduki jabatan sebagai pimpinan cabang di kota M. Karena saya perlu pertimbangan suami dan anak-anak, maka saya belum memberikan jawaban. Berita mengenai tawaran jabatan itu tampaknya terdengar oleh H. Menurut info dari teman yang kebetulan mendengar percakapan H dengan pimpinan kami, ia mengajukan keberatan kalau saya diberi jabatan yang lebih tinggi dari dia. Banyak alasan yang ia sampaikan, yang semua itu tidak pernah saya lakukan. Karena pengaduan dari H tersebut, pimpinan kemudian membatalkan rencananya untuk mengangkat saya sebagai pimpinan cabang dan menggantinya dengan orang lain. Tidak lama berselang dari peristiwa yang menimpa saya, H melakukan hal yang sama terhadap teman teman saya K dan V. Bagaimana cara menghadapi H yang suka membuat fitnah tersebut ( Ari )
Jawab : Mbak Ari, persaingan mencapai hasil yang terbaik dalam dunia kerja itu sesungguhnya suatu hal yang wajar. Tetapi kalau sudah diwarnai dengan fitnah yang berawal dari adanya iri hati dan dengki itu sudah tidak sehat .Orang yang dengki tidak akan senang melihat orang lain mendapatkan nikmat yang berupa apa pun. Orang yang dengki senantiasa berusaha agar nikmat yang akan diperoleh/sudah dimiliki oleh orang lain itu hilang. Seperti itu kiranya sifat yang dimiliki H. Ia sudah beberapa kali berusaha menghalangi anak buahnya dengan jalan memberikan laporan yang tidak benar dan memberikan citra buruk kepada orang yang akan mendapat keberuntungan. Kedengkian itu menyebabkan orang menutupi kebenaran agar orang lain tidak dapat melihat kelebihan/kebaikan orang yang sesungguhnya memang mempunyai kelebihan.
Irihati dan dengki itu, biasanya berasal dari sifat sombong. Sebagaimana H ,karena ia merasa paling sempurna ,maka ia tidak suka ada orang lain melebihi dirinya, dalam ilmu, kedudukan, pangkat, popularitas dan lain sebagainya. Untuk menjatuhkan orang lain di mata pimpinan, ia tidak segan-segan menfitnah orang.
Menghadapi orang yang punya sifat dengki ini, maka Ari beserta teman teman yang pernah difitnah perlu mengemukakan hal yang sebenarnya kepada pimpinan. Agar pimpinan tidak mempercayainya lagi, karena H sudah dikenal di kalangan anak buahnya sebagai orang yang dengki dan suka menyebar fitnah. Orang yang punya sifat dengki itu, sering tidak merasa bersalah, maka di depan orang yang sudah difitnah sekalipun ia bisa bersikap manis. Agar H menyadari kesalahannya, maka Ari dan teman-teman bisa mengingatkan dengan cara langsung atau melalui surat. Kemukakan kepadanya bahwa perbuatannya itu merugikan orang lain, dan menimbulkan benih-benih permusuhan.
Menghormati yang lebih tua itu menunjukkan kalau Ari dan teman-teman mempunyai budi yang luhur. Karena itu, sadarkan H akan kesalahannya dan ajaklah ia bertobat dan memperbaiki kesalahannya. Doakan ia mendapat petunjuk dari Allah dan berhenti dari perbuatannya yang dibenci manusia dan dimurkai Allah. (24)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad