Tahun 2009 Indonesia sangat berkomitmen mencapai Millenium Development Goals (MDGs), yaitu menurunnya jumlah penduduk yang belum punya akses air minum dan sanitasi dasar sebesar 50 persen pada tahun 2015.
Berdasarkan UU No 32/2004 tentang pemerintah daerah dan UU No 33/2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemeritah daerah, maka pemerintah daerah bertanggung jawab penuh untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat di daerah masing-masing, termasuk air minum dan sanitasi. Atas dasar inilah maka terlahir suatu program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) atau program WSLIC-3.
Pada tahun yang sama pemerintah mulai serentak menjalankan program yang berkerja sama dengan Bank Dunia tersebut ke seluruh pelosok. Tercatat dalam tahun 2009 saja realisasi Pamsimas dilakukan di 15 provinsi, 109 kabupaten/kota, 1.556 desa/kelurahan.
Tak terkecuali salah satunya di Kelurahan Putatsari, KabupatenGrobogan, tepatnya di Dusun Ngrumpeng RT09/RW03. Dengan anggaran Rp 85.951.500 bisa dibilang kontras dengan hasilnya.
Bagaimana tidak? Dengan anggaran sebesar itu, bangunan menara air tidak memakai ubin/keramik di dalamnya. Catnya juga terkesan murahan. Lebih parah lagi, keadaan saat ini lantai cor ambles.
Mesin pompa yang rusak belum diperbaiki. Bisa disimpulkan bahwa pembangunan menara air ini terkesan dipaksakan dan terburu-buru tanpa perencanaan matang.
Yang menjadi ganjil adalah ketika masuk ke dalam daftar foto kegiatan tahun 2009 Pamsimas Kelurahan Putatsari punya situs, yakni http://www.pamsimas.org, dan dicantumkan 7 kegiatan yang dilaksanakan. Yang menjadi perhatian adalah kegiatan W-031 sistem pelayanan sumber air tanah sumur dalam/bor. Rencana awal kegiatan ini menyediakan air untuk warga Dusun/Dukuh Ketileng, karena setiap musim kemarau daerah ini paling sulit mendapatkan air.
Hanya saja, dengan anggaran Rp 83.650.000, bangunan sumur itu sampai saat ini tidak terealisasi, padahal pada situs tersebut terdapat foto kegiatan hingga 100 persen. Padahal kenyataannya tidak terdapat sumur dalam/bor. Kegiatan tersebut putus di tengah jalan tanpa hasil. Apakah kegiatan ini gagal? Kalaupun gagal kendalanya apa? Apakah lokasi pengeboran salah? Anggaran sebesar itu hanya terhamburkan sia-sia.
Kegiatan kedua adalah pembangunan menara air yang lokasinya di Ketileng. Padahal kenyataannya di Ngrumpeng. Apakah ini murni kesalahan penulisan atau apa?
Dwi Andri Yatmo
Dusun Ngrumpeng RT 09/RW 03
Kelurahan Putatsari, Grobogan 58152
085727899215
Terima Kasih BNI
Menanggapi tulisan saya sebelumnya yang berjudul ’’Uang dari ATM BNI Bolong’’ yang dimuat di Surat Pembaca Harian Suara Merdeka, 27 Desember 2011, dengan ini saya sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan respon yang cepat dan baik dari pihak Bank BNI 46 mengenai pengaduan saya melalui surat pembaca tersebut. Dari pihak BNI telah memberikan penjelasan dan solusi yang memuaskan, sehingga saya merasa permasalahan telah dapat tertangani dengan cepat dan baik.
Tak lupa saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Hazairin Bakri (Kepala BNI Capem Unnes) dan Tim dari BNI ATM RC Semarang yang telah berkenan memberikan penjelasan yang sangat bersahabat, dan saya menganggap permasalahan tersebut telah selesai.
Anita Pranataning Tyas
RT 01/04 Tlogorejo
Tlogowungu, Pati
Video Porno
di Angkutan Umum
Saya sebagai salah seorang pelajar MTs Negeri Kebumen 1, menyayangkan beredarnya video porno di angkutan umum. Beberapa waktu lalu, saat menumpang angkutan umum di daerah Kabupaten Kebumen jalur timur (Prembun-Kebumen/Kebumen-Prembun), saya memergoki video player di angkutan itu memutar video porno.
Mengingat jarak rumah dengan sekolah agak jauh, saya menggunakan jasa transportasi tersebut. Memang, fasilitas di angkutan itu ’’luar biasa’’, ada musik yang volumenya keras dan video player sebagai pemutar kaset video/film.
Sebaliknya, ada pula angkutan yang sudah tua dan ”bobrok”. Tapi, jika harus memilih, saya lebih memilih angkutan umum tua. Mengapa demikian? Saya pernah naik angkutan umum yang fasilitasnya memadai. Saat itu penumpangnya penuh. Namun, ya Allah..., ketika secara tak sengaja saya melihat ke arah video player/layar, ternyata saat itu sedang diputar film porno.
Saya merasa tidak betah berlama-lama di angkutan tersebut, apalagi saya seorang pelajar sehingga tentu tidak patut melihatnya. Untuk itu saya memohon kepada pihak yang berwenang sesekali melakukan razia film/video porno di angkutan umum yang beroperasi di Kabupaten Kebumen, khususnya jalur timur.
Shavi Nahayan
Siswa MTs Negeri
Kebumen I
* * *
Bak Sampah
Mengganggu
Keberadaan bak sampah di depan rumah kami merupakan sentral pembuangan sampah dari segala penjuru, tidak hanya seputar perumahan warga. Belakangan ini, selama musim hujan, penuh.
Hal ini merupakan tanda atau bukti bahwa masyarakat mulai menyadari betul kebersihan lingkungan.
Walaupun pihak DKP rajin membuang sampah ini setiap hari, bahkan Minggu pun diangkut (kalau banyak). Namun setiap harinya begitu sampah diangkut ke TPA, dalam itungan jam sampah sudah bertumpuk lagi, dan kadang berceceran di tengah jalan.
Akibatnya, walau hanya sesaat, namun sangat mengganggu penglihatan orang yang lewat. Namun bagaimana lagi, mungkin dalam hal ini pihak DKP sudah kewalahan harus menempatkan bak sampah itu agar tidak mengganggu kebersihan lingkungan sepanjang Jl HM Sarbini yang merupakan jalan protokol di tengah kota.
Ambijo
RT 04 RW III Kel Bumirejo
Kebumen
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad