SERING terjadi olok-olok, kalau ingin terbebas dari kasus hukum maka jadilah orang pikun, sebaiknya pikun permanen. Tentu saja dikuatkan dengan surat keterangan dokter.
Ada pula olok-olok lain tentang kepikunan. Kalau sering lupa menggelontor kloset setelah buang air kecil, hati-hati mulai timbul kepikunan. Tahap lebih lanjut, setelah buang air kecil lupa menutup resleting celana. Kepikunan lebih parah lagi, jika sewaktu buang air kecil lupa membuka resleting celana.
Dalam kenyataan sehari-hari, memang banyak orang yang mudah lupa. Kadang-kadang orang yang bersangkutan merasa jengkel, karena sulit mengingat nama seseorang yang telah dikenalnya. Atau lupa meletakkan sesuatu barang, sehingga terpaksa mengobrak-abrik seisi rumah untuk mencarinya.
Ada kondisi orang mudah lupa, yang banyak ditemukan pada usia lanjut dan ini termasuk normal (fisiologis). Semakin lanjut usia, kemungkinan demikian semakin besar. Namun ada kondisi yang terletak antara mudah lupa fisiologis dengan demensia Alzheimer yang termasuk patologis, disebut gangguan kognitif ringan atau Mild Cognitive Impairment (MCI).
Semakin bertambah usia, kemampuan memori mulai menurun secara perlahan-lahan. Ciri-ciri yang mudah dikenali antara lain (a) mudah lupa nama benda atau nama orang, (b) gangguan dalam mengingat kembali (c) gangguan dalam mengambil kembali informasi yang telah tersimpan dalam memori (retrieval).
Meningkatnya usia harapan hidup serta kesehatan masyarakat, usia lanjut semakin bertambah. Hal ini akan semakin meningkatkan jumlah orang yang pikun. Meskipun kondisi ini dapat dianggap normal, tetapi terdapat pula kecenderungan orang yang mengalami kepikunan dini, ditinjau dari segi usia.
Dengan bertambahnya usia, tubuh mengalami proses penuaan, termasuk otak. Otak akan mengalami perubahan fungsi intelektual. Antara lain berupa sulit mengingat kembali, berkurangnya kemampuan untuk mengambil keputusan, serta bertindak lebih lamban. Usia di atas 65 tahun berisiko tinggi untuk mengalami kepikunan.
Seseorang dikatakan mengalami gangguan kognitif ringan, apabila ditemukan gangguan memori, terutama gangguan memori abnormal untuk usia dan pendidikan orang yang bersangkutan. Aktivitas sehari-hari penderita ini normal, fungsi kognisi umum juga normal, tidak ada demensia.
Seseorang dikatakan mengalami demensia atau kepikunan, jika menunjukkan tiga atau lebih dari gejala-gejala berikut. Gangguan dalam perhatian (atensi), daya ingat (memori), orientasi tempat dan waktu, kemampuan konstruksi dan eksekusi (memecahkan masalah, mengambil keputusan). Gejala-gejala demikian dapat diikuti dengan gangguan emosi, depresi dan agresivitas.
Olahraga Otak
Untuk mencegah kepikunan dini, bukan mustahil dilakukan. Hal ini bahkan sangat mungkin dilakukan, apabila tidak terdapat kelainan organis yang mendasarinya.
Sangat dianjurkan untuk melakukan olahraga otak, atau melatih otak. Olahraga otak diharapkan dapat melindungi diri dari gejala demensia atau kepikunan di masa tua. Belajar dan membaca telah lama dianjurkan untuk menangkal atau mengurangi kepikunan. Karena itu, kurang tepat ilustrasi yang bernada olok-olok, bahwa profesor identik dengan orang yang mudah lupa, meskipun pada umumnya mereka berusia lanjut.
Betapa tidak. Mereka yang aktif membaca, meneliti, mengajar, otaknya akan terlatih dan mengurangi kepikunan dini. Banyak profesor telah berusia di atas 70 bahkan 80 tahunan, tetapi ingatannya masih sangat tajam, daya analisisnya tinggi, mereka masih dapat membimbing dan menguji mahasiswa program doktor dengan baik.
Di samping membaca, mengisi teka teki silang (TTS) sangat dianjurkan, di samping bermain puzzle, sudoku dan lainnya. Permainan ini dapat melatih otak, khususnya otak kiri.
Sedangkan Permainan strategi seperti catur, monopoli atau game komputer, akan menggunakan otak kanan, yang dapat membantu orang untuk lebih berpikir kreatif, telah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Penggemarnya tidak mengenal batas usia maupun kelas sosial.
TTS memang merupakan permainan yang universal dan tidak mengenal kebangsaan maupun batas negara. Aneka penerbitan ”Puzzle” dari kawasan Australia dapat dimanfaatkan oleh anak-anak di Indonesia, Timur Tengah, Eropa ataupun Afrika. Atau, ìsport otakî terbitan Amerika diterima baik oleh masyarakat di China maupun Rusia. Bahkan TTS dianggap sebagai bahasa internasional, yang tidak mengenal perbedaan huruf maupun bahasa.
Dalam kehidupan sehari-hari, TTS merupakan selingan dalam kehidupan yang penuh ketegangan. Dia dapat dianggap sebagai latihan yang efektif dalam menghadapi problem hidup yang pelik, sehingga orang ditempa untuk memiliki data ketahanan yang besar untuk menghadapinya.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa TTS merupakan salah satu sarana pengobatan. TTS dapat melatih seseorang untuk secara sistematis mengembalikan ingatan. TTS dapat dianggap sebagai suatu olahraga otak, untuk dapat mengembalikan ingatan-ingatan di masa lalu.
Secara umum jagalah kesehatan fisik dan makanlah makanan yang sehat, istirahat yang cukup. Hindari rokok dan alkohol. Kebiasaan merokok dan minum minuman yang mengandung alkohol dalam jangka waktu tertentu dapat merusak otak dan mengakibatkan kepikunan dini.
Meskipun demikian tersedia pula obat-obatan untuk memperlambat proses kepikunan, jika dianggap kepikunan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari. (11)
- Prof Dr dokter Anies MKes PKK,
Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan pada Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad