panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Muria
01 Februari 2012
LINTAS JATENG
Polres ’’Diserbu’’ Seratusan Orang
REMBANG - Seratusan orang kemarin pagi ’’menyerbu’’ Polres Rembang. Demo dadakan tersebut langsung diantisipasi aparat dengan pengamanan jalan dan persiapan tim negosiator. Namun, upaya persuasif tim negosiator Polres gagal untuk mencapai titik temu dengan massa yang cenderung anarki.

Massa pun melempari dan merusak barang-barang di sekitar lokasi. Melihat kondisi ini, aparat mengerahkan Unit Satwa untuk menghalau. Namun, mereka tetap beringas. Peleton Dalmas Pemukul akhirnya maju ke depan untuk menghalau massa sekaligus aksi anarki.

Begitulah simulasi dan latihan penanggulangan kerusuhan massa yang digelar aparat Polres Rembang, kemarin pagi. Kapolres AKBP Adhy Fandy Ariyanto mengemukakan, latihan tersebut bertujuan untuk memberi bekal kepada aparat dari tingkat Polres sampai polsek jika terjadi demo anarki di Rembang.

“Meskipun kondisi Rembang sangat kondusif, aparat harus tetap siap siaga apabila terjadi demo anarki di Rembang,’’ ujarnya.

Dia menyebutkan, dari latihan awal tersebut terlihat ada beberapa aparat yang berlari menghindar ketika massa mulai anarki. ’’Kesiagaan aparat untuk mengantisipasi demo anarkis perlu peningkatan terus-menerus,’’ tandas dia.  (H19-57)




Jembatan Juwana Lama Akan Difungsikan


JUWANA - Kendala utama membangun jembatan baru di atas alur Kali Juwana, dari dua menjadi empat lajur, adalah soal ganti rugi tanah untuk lokasi jembatan baru yang dua lajur pada sisi selatan.

Pasalnya, untuk keperluan tersebut Pemkab perlu membebaskan tanah yang saat ini merupakan permukiman warga.

Dengan demikian, ujar tokoh masyarakat Juwana dan anggota Komisi III DPRD Pati Ridwan Djamari, lebih baik memanfaatkan jembatan lama peninggalan Belanda daripada membangun jembatan baru.

Jembatan tersebut selama ini menghubungkan Desa Doropayung dan Bumirejo, Kecamatan Juwana. Namun, 30 tahun lebih sudah tidak difungsikan untuk kendaraan berat lebih.

Tepatnya, setelah di atas alur Kali Juwana dibangun jembatan pengganti di ruas jalan pantura timur Jawa Tengah, kondisinya mulai rusak karena fondasi tembok pangkal turun.

Faktor penyebabnya, tak lain karena di ruas jalan Jakarta-Surabaya atau sebaliknya itu tiap hari dilewati truk bermuatan berat. Akibatnya, terjadilah penurunan konstruksi tembok pangkal di ujung barat dan timur serta pilar tengah.

Akibatnya, pada tiap sudut ujung jembatan baik sisi barat maupun timur sering berlubang. ‘’Kendati lubang itu berulang-ulang ditutup aspal, selalu muncul lagi. Bisa melebar sehingga mengganggu kendaraan yang melintas di atas jembatan tersebut,’’ paparnya.

Hal tersebut terjadi, sambungnya, karena terjadi pergerakan konstruksi jembatan karena terlalu berat beban kendaraan yang melintas di atasnya. Bila sampai terjadi hal-hal tak diinginkan, maka jalur pantura timur Jawa Tengah tersebut akan lumpuh total. (ad-57)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER