
KOTA Tegal dikenal sebagai penghasil ikan segar maupun ikan asin yang potensial. Meski demikian, produk ikan dari kota ini kurang dikenal di pasaran. Beberapa produk ikan asin yang dijual di supermarket, jarang yang mencantumkan asal Kota Tegal. Padahal, tak sedikit ikan-ikan tersebut dipasok dari kota ini.
Untuk mengangkat produk asal Kota Tegal itu, Hartono Santoso, salah satu pengusaha asal Kota Tegal yang juga pemilik PT Nirmala Group, ini bermaksud mengembangkan usaha pengemasan ikan asin dan ikan segar di Kota Tegal. Untuk keperluan itu, ia bermaksud membuat cold storage atau ruang pendingin untuk menyimpan ikan.
Seperti diberitakan, rencana tersebut mendapat tentangan dari Pegiat Pelabuhan Perikanan Kota Tegal, karena dianggap berpotensi menimbulkan monopoli perikanan dan menguntungkan perorangan.
Terkait hal tersebut, Hartono menjelaskan, dia tidak berniat melakukan monopoli perikanan yang berdampak mematikan usaha bakul ikan. Karena produksi ikan di Kota Tegal begitu melimpah hingga ratusan ton per hari, sementara ia hanya butuh 10-50 ton per hari.
Selama ini, dia telah memasok ikan asin ke sejumlah supermarket seperti Lotte, Hypermart, dan Carrefour, sekitar 5-20 ton per bulan. Sementara ini ia membeli ikan dari Pusat Pemasaran Ikan Muara Baru Jakarta.
”Ternyata ikan yang ada di sana sama jenisnya dengan yang dihasilkan nelayan Kota Tegal, seperti banyar dan layang,” jelasnya, usai melakukan paparan rencana pembangunan cold storage di hadapan Wali Kota Tegal, Sekda dan sejumlah pimpinan SKPD di Ruang Rapat Lantai I Setda Kota Tegal, Senin (30/1).
Dia mengatakan, nantinya produk yang dihasilkan akan diberi label, yang menyebutkan ikan berasal dari Tegal.
”Orang akan mengetahui, Tegal punya ikan-ikan jenis tersebut di atas.”
Dalam menjalankan usaha ini, dia juga terbuka untuk menjadi bapak angkat bagi perajin ikan asin. Dia akan membeli ikan yang dihasilkan perajin sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
”Umpama ikan asin jenis layang. Harus tidak ada formalin dan kadar air sesuai yang ditentukan. Kami juga akan minta perajin ikan asin untuk memproduksi sesuai permintaan pasar. Jadi raw material (bahan baku) dari sini semua, kami hanya melakukan pengemasan dan mengirim ke supermarket,” ujarnya.
Untuk harga beli ikan, ia menyebutkan akan mengikuti mekanime pasar. Tak menutup kemungkinan dia juga membeli ikan dari bakul, apabila ikan yang dibutuhkan memang tidak ada di pasar. (Cessnasari23)
(/)