
BLORA - Jalan Bangsri-Turi di Kecamatan Jepon yang rusak parah tahun ini dipastikan akan diperbaiki. Hanya, dana yang diusulkan untuk perbaikan jalan sepanjang sekitar dua kilometer itu tidak banyak yakni Rp 300 juta.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Dewi Tedjowati mengemukakan, perbaikan jalan Bangsri-Turi diagendakan tahun ini. ‘’Seingat saya sudah masuk perencanaan,’’ ujarnya, kemarin
Sementara anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Blora, Seno Margo Utomo, membenarkan kalau perbaikan Jalan Turi-Bangsri sudah masuk perencanaan. Berdasarkan dokumen bahan untuk Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2012, jalan itu direncanakan diperbaiki dengan dana Rp 300 juta. Hanya, dia berusaha akan mengawal dan menambah alokasi anggaran jika diperlukan. ‘’Kami akan usahakan ditambah, karena memang kondisi kerusakan jalan itu sangat parah,’’ katanya.
Jalan Lanjutan
Jalan itu, lanjut Seno, merupakan lanjutan. Jalan dari Desa Turi sudah bagus, namun masuk desa Bangsri jalannya sangat jelek, sehingga tinggal sekitar dua kilometer saja yang harusnya diperbaiki. ‘’Apalagi jalan itu memang jalur utama mobilitas warga,’’ tandasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya berbagai cara bisa dilakukan warga untuk mengekspresikan kekesalannya, karena jalan yang rusak tidak segera diperbaiki pihak terkait. Mulai dari aksi tanam pisang di tengah jalan, blokade jalan hingga memelihara ikan lele di kubangan air di lubang jalan yang rusak. Seperti yang dilakukan sejumlah warga Desa Bangsri Kecamatan Jepon, Blora, belum lama ini. Mereka menjadikan kubangan air di jalan yang berlubang sebagai kolam lele. Ikan lele yang dilepas kemudian ditangkap lagi. Aksi tersebut dilakukan untuk menyindir Pemkab Blora yang hanya memberi janji untuk memperbaiki kerusakan jalan di Desa Bangsri. Menurut Juri, salah seorang warga setempat sejak 2009 Pemkab menjanjikan akan segera memperbaiki kerusakan jalan di tersebut. Tapi ternyata hingga kini jalan yang rusak itu belum diperbaiki. (H18-42)
(/)