
DEWASA ini, energi listrik dibutuhkan hampir di setiap celah kehidupan, termasuk di medan pertempuran. Inilah yang mengilhami Angkatan Darat Amerika Serikat untuk membangun tempat perlindungan berbasis tenaga surya di berbagai kawasan operasi militer, salah satunya di Afghanistan.
Mereka membangun instalasi listrik yang dipasang langsung di atas tenda. Tenda perlindungan yang digunakan dalam uji coba adalah Temper Fly, sebuah struktur tenda berukuran 5 x 6 meter yang mampu menghasilkan listrik sebesar 800 watt.
Ada juga varian lebih kecil dari Temper Fly, yakni Quadrant, yang mampu menghasilkan listrik sebesar 200 watt. Sejumlah tenda lain, yang disebut Power Shades, dalam berbagai ukuran mampu menghasilkan daya listrik yang bisa dipindah-pindah hingga sebesar 3 kilowatt.
Nyata sekali bahwa para serdadu selain berambisi menyerbu dan melumpuhkan musuh, mereka juga ingin tetap bertahan hidup. Mereka mendesain tenda yang memungkinkan tim ekspedisi memasang komputer dan perangkat militer lainnya tanpa membutuhkan generator ataupun bahan bakar. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi target Angkatan Darat AS yakni operasi hemat energi pada 2030 mendatang.
Malam Hari
Hal lain yang turut menyokong usaha tersebut adalah riset sekelompok peneliti Amerika Serikat yang berhasil mengembangkan sel surya generasi baru yang mampu membangkitkan energi meskipun di malam hari. Menurut Steven Novack, salah seorang peneliti dari Idaho National Laboratory, US Department of Energy, kuncinya adalah kemampuan untuk ”memanen” radiasi inframerah dan juga cahaya yang terlihat.
Novack menyebutkan, hampir separuh dari energi yang tersedia di spektrum radiasi surya berada di jalur inframerah, dan inframerah dipancarkan kembali dalam bentuk panas oleh permukaan bumi, setelah matahari tenggelam.
Artinya, sel surya itu juga bisa menangkap sejumlah energi dari berbagai sudut sepanjang malam. (Kawe S-24)
(/)