
JAKARTA- Keluarga Afriyani Susanti (29) kemarin menggelar tahlilan untuk mendoakan arwah para korban kecelakaan Xenia di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Minggu (22/1). Tahlilan digelar di rumah Afriyani di Jalan Ganggeng Terusan No 148 RT 11/7 Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Efrizal, pengacara Afriyani, mengatakan, tahlilan dilakukan untuk menunjukkan rasa penyesalan dan kepedulian terhadap keluarga para korban.
"Ini sebagai bentuk kepedulian, tidak seperti yang ditudingkan orang-orang bahwa kami tidak peduli," jelasnya.
Dalam acara itu keluarga Afriyani juga memberikan santunan kepada keluarga korban. Namun, Efrizal tidak mengetahui nominalnya. Warga sekitar rumah Afriyani diundang dalam tahlilan itu.
Di sisi lain, kecelakaan yang menewaskan sembilan pejalan kaki dan melukai tiga orang itu membuat Afriyani sangat menyesal. Selama dalam tahanan, perempuan bertubuh subur itu terus berdoa dan meningkatkan ibadahnya untuk meminta ampunan kepada Yang Maha Kuasa.
"Dia sekarang rajin berpuasa. Kalau malam-malam tahajud. Dia sangat menyesali perbuatannya," kata Efrizal.
Perilaku Afriyani itu berbeda jauh dibanding sesaat setelah terjadi kecelakaan. Dia terlihat santai dan tidak menyesali perbuatannya. Diduga hal tersebut akibat pengaruh narkoba yang dikonsumsinya.
Diperiksa Maraton
Hingga kemarin Afriyani terus diperiksa secara maraton dalam kasus kecelakaan dan penyalahgunaan narkoba. Menurut Efrizal, sepekan setelah menghuni tahanan Polda Metro Jaya, kliennya kehilangan selera makan sehingga bobot badannya menurun. Namun, ia tidak mengetahui secara persis berapa penurunan berat badan Afriyani.
Ia menambahkan, penyidik mengontrol ketat makanan untuk Afriyani. Polisi mengkhawatirkan penyusup yang mencoba meracuninya usai kecelakaan yang mengundang banyak kecaman masyarakat itu. Sementara itu, lokasi kecelakaan di kawasan Tugu Tani, Jl MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, kemarin masih ramai ditonton puluhan warga. Beberapa di antaranya menaburkan bunga sambil memanjatkan doa.
Halte Tugu Tani juga dipenuhi rangkaian bunga. Semalam, sekitar 30 aktivis menggelar aksi keprihatinan di lokasi itu. Mereka berorasi, menyalakan lilin, kemudian berdoa bersama. (dtc-59)
(/)