KUDUS - Meskipun sisa genangan air di sejumlah dukuh di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, masih banyak ditemui. Namun hal ini tidak membuat sebagian warga beranjak dari tempat tinggalnya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Desa Jati Wetan Suyitno saat memantau kondisi wilayah Jati Wetan, kemarin menjelaskan, warga Desa Jati Wetan yang tinggal di wilayah potensi genangan air memang tidak mau beranjak untuk pindah ke tempat yang lebih aman.
Karena mereka menganggap tempat tinggalnya masih layak untuk ditempati meskipun banjir terus mengancam.
“Jauh - jauh hari kami sudah mengimbau warga, namun mereka masih merasa aman di rumahnya. Maka kami tidak bisa memaksa,” katanya.
Ketiga dukuh di Desa Jati Wetan yang masih tergenang itu, di antaranya adalah Dukuh Tanggulangin, Mbarisan, dan Gendok.
“Setidaknya ada 75 kepala keluarga yang tinggal di ketiga dukuh tersebut dan hingga kini tidak bergeming dan tetap bertahan di rumah meski terkadang terganggu genangan banjir,” jelasnya.
Sirkulasi Terhambat
Disinggung soal penyebab genangan yang tidak kunjung surut, pihaknya menjelaskan, itu terjadi karena luapan air dari sejumlah saluran anak sungai menuju pembuangan akhir yaitu Sungai Wulan terhambat sirkulasinya.
“Saat hujan deras mengguyur posisi air di Sungai Wulan meningkat, sehingga tidak bisa dibuang dengan sempurna,” katanya.
Di sisi lain hal tersebut tidak didukung adanya sarana pompa untuk membuang air dari sejumlah saluran.
“Akhirnya air pun menggenangi pemukiman penduduk meski saat ini berangsur - angsur surut untuk sementara waktu,” tandasnya. (J18-42)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad