panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Pantura
30 Januari 2012
Delapan Petani Tersambar Petir
  • Satu Tewas, Tujuh Luka Bakar
SLAWI- Delapan petani jagung di Desa/Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, tersambar petir, (Sabtu, 28/1) petang. Akibat musibah tersebut, satu orang meninggal dunia di tempat kejadian, dan tujuh orang lainnya mengalami luka bakar serius.

Korban meninggal adalah, Tarjo (55) petani jagung warga Desa Margasari. Informasi yang dihimpun menyebutkan, musibah tersebut terjadi ketika mereka tengah memanen jagung di ladang wilayah desa setempat, Sabtu (28/1) siang.

Sekitar pukul 16.30, turun hujan lebat yang disertai dengan petir. Mereka kemudian berteduh di gubuk di tepi ladang. Di ladang itu ada sembilan petani yang memanen jagung. Delapan orang, termasuk Tarjo berteduh di gubuk yang sama, sementara satu petani lainnya, yaitu, Dirin (50) berteduh di gubuk yang lain.

Petir menyambar gubuk tempat Tarjo dan tujuh petani lainnya, berteduh. Melihat kejadian, Dirin yang berteduh di gubuk lain, bergegas memberikan pertolongan kepada Tarjo dan para petani lainnya.

Menurut Dirin, Sambaran petir itu tepat mengenai tubuh Tarjo sehingga korban tewas seketika. Kusheriyanto (42), petani lain yang berdekatan dengan Tarjo, pingsan dan mengalami luka bakar cukup serius.

Rawat Jalan

Hingga Minggu (29/1) siang, Kusheriyanto masih dirawat intensif di RSUD Dr Soeselo Slawi. "Saat itu hujan deras disertai petir. Gubuk tempat mereka berteduh tersambar petir yang menyebabkan Tarjo meninggal," ujar Dirin.

Kapolres AKBP Nelson Pardamean Purba SIK melalui Kapolsek Margasari AKP Yuliantoro menjelaskan, korban meninggal langsung dimakamkan oleh pihak keluarga. Selain Kusheriyanto yang dirawat di rumah sakit, enam petani lainnya sudah pulang dan menjalani rawat jalan.

"Enam petani lainnya menderita luka bakar ringan. Mereka juga kaget karena kerasnya bunyi petir yang menyambar gubuk tempat mereka berteduh," jelasnya.

Terpisah, Paur Subbag Humas Polres, Ipda Wahyono mengimbau kepada warga agar selalu mewaspadai kemungkinan terjadinya musibah serupa mengingat cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini. (K22-74)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER