panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
30 Januari 2012
Kiye Lakone
Memetik Buah Manis
BERAWAL dari cinta mempelajari kitab klasik para ulama sejak kecil di pesantren, Naela Hidayatul Mukaromah (16), akhirnya mulai memetik buah manis.

Prestasinya sebagai juara I Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) tingkat Jateng tahun 2011 lalu  menjadi bukti nyata kerja kerasnya membagi waktu disela kehidupannya sebagai santri dan siswa tak sia-sia.

Remaja yang kini duduk di kelas XIII IPA 1 SMA Maarif NU 1 Kemranjen, Kabupaten Banyumas itu mengakui berbagai ajaran ibadah dan hikmah yang dicontohkan para ulama terdahulu hingga sekarang membawa dampak psikologis luar biasa.

Selain belajar keras dan gemar membaca, kedekatannya kepada para guru dan ulama juga menjadi faktor penting. ”Hidup di pesantren sekaligus sekolah sejak kecil ternyata membawa banyak perubahan pada diri saya,” katanya.

Tak Mengeluh

Remaja kelahiran Banyumas 6 Mei 1995 itu mengaku kehidupannya di pesantren sekaligus sekolah menjadi bagian penting yang membentuk pribadinya. Kepadatan jadwal mengaji tak membuatnya mengeluh, justru menjadi tantangan tersendiri untuk membagi waktu belajar.

Selalu berusaha dalam keadaan suci di setiap kesempatan juga menjadi pelajaran hikmah yang selalu diupa-yakan olehnya. Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur, remaja putri yang gemar menulis cerpen dan artikel itu juga terus berupaya menjaga wudlu.

”Tiap malam sebelum tidur saya upayakan agar selalu dalam keadaan suci. Termasuk saat sedang belajar dan membaca,” kata Naela.

Lulusan SMP Maarif NU 2 Kemranjen itu merasakan hikmah dan nikmatnya dari kerja kerasnya mempelajari kitab klasik para ulama, khususnya ilmu fiqih.

Ia bersyukur di bawah bimbingan KH Sobar Zuhdi dan para guru lain, ia berkesempatan menjadi bagian dari 10 besar lomba membaca kitab (MQK) tingkat nasional mewakili Jateng di Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.

Remaja yang bercita-cita menjadi dosen tersebut mengaku penerapan pembelajaran bahasa Arab yang dilaksanakan setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai mempunyai manfaat tersendiri. Kelancaran dan kefasihan dalam berbahasa Arab menjadi lebih terasah dari waktu ke waktu.

”Semoga dengan bekal ilmu dari pesantren dan sekolah saya bersama teman-teman dapat melanjutkan kuliah di Al Azhar, Kairo atau Universitas Umul Quro Makkah,” harap putri ke-4 pasangan Mukhlisin dan Siti Farhatun Zein tersebut.(Susanto-17)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER