panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Pantura
30 Januari 2012
LINTAS JATENG
Jumlah Kasus DBD Diprediksi Meningkat
PURWOKERTO- Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) diprediksi meningkat, sebab di wilayah Purwokerto Timur saja hingga minggu ketiga Januari tercatat sudah ada delapan warga yang dinyatakan positif menderita.

Petugas Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Puskesmas Purwokerto Timur II, Andik Pegiarto, jumlah tersebut cukup signifikan jika dibanding penderita pada 2011 lalu yang hanya 11 kasus dalam kurun waktu setahun di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Timur II.

Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dilakukan hanya di lingkungan rumah, menurutnya, dimungkinkan menjadi salah satu sebab terjadinya fenomena itu. Nyamuk tak hanya berkembang dalam lingkungan rumah, melainkan di setiap lokasi yang memungkinkan untuk berkembang biak.

Terlebih wilayah Perkotaan Purwokerto yang terdiri atas Kecamatan Purwokerto Utara, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat, dan Purwokerto Timur  merupakan daerah endemis DBD.

”Di empat kecamatan itu setiap tahun selalu ditemukan kasus DBD, dan empat kecamatan itu juga menjadi penyumbang kasus DBD Banyumas,” katanya, kemarin.

Dinas Kesehatan Banyumas mencatat pada 2011 jumlah penderita DBD di Banyumas turun menjadi 212 kasus, dari sebelumnya yang mencapai 570 kasus. (K17-17)




48,35 Persen Jajanan Tak Penuhi Syarat Kesehatan


PURWOKERTO- Para orang tua maupun guru di sekolah diimbau untuk melakukan pengawasan terhadap jajanan anak selama di sekolah. Pasalnya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Semarang mensinyalir jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat kesehatan masih banyak beredar.

Bahkan, pada tahun 2011 lalu, Balai Besar POM melakukan sampling terhadap 229 sampel jajanan sekolah. Hasilnya hampir separo atau sebanyak 68 sampel (48,35%) tidak memenuhi syarat kesehatan dan 161 sampel (51,65%) memenuhi syarat.

Jajanan yang tidak memenuhi syarat itu mengandung bahan-bahan yang berbahaya dan melebihi ambang batas toleransi, seperti mikroba, pemanis, rhodamin B, boraks, dan formalin. Bahan-bahan itu dapat membahayakan kesehatan tubuh anak bila dikonsumsi secara terus menerus.

Kepala Balai Besar POM di Semarang, Drs Supriyanto Utomo MKes Apt, mengatakan sebagian besar jajanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan tersebut dijual oleh pedagang di luar pagar sekolah. Keberadaan mereka sulit dilarang, apalagi alasan mereka mencari nafkah keluarga. Lantaran perilakunya cenderung berpindah-pindah dari satu sekolah ke sekolah lain, mereka sulit sekali dipantau. (H48-17)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER