KUDUS - Talut yang menyangga jembatan Kali Wedus di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog longsor akibat terkikis air hujan. Jembatan di desa yang berada di Pegunungan Muria itu merupakan akses utama warga menuju wilayah perkotaan. Mobilitas warga pun terancam terhambat jika talut tidak segera diperbaiki.
Sekretaris Desa Rahtawu Sukono mengatakan, talut itu ambrol dua pekan lalu karena terkikis air yang merembes di aspal dan jembatan. Selain itu, usia talut juga sudah tua, yakni 35 tahun. Sejak dibangun pada 1977, belum pernah ada penguatan atau perbaikan.
”Jadi, wajar kalau talut itu longsor karena usianya sudah tua dan belum pernah ada perbaikan,” kata Sukono, Sabtu (28/1).
Kurangi Jalan
Talut tersebut longsor sepanjang 10 meter dengan lebar dua meter. Longsor juga mengurangi lebar jalan dan jembatan yang hanya tiga meter sehingga kini tinggal 2,5 meter. Bahkan jembatan itu juga nyaris menggantung akibat longsor.
Menurut Sukono, warga khawatir akan longsor susulan yang bisa saja terjadi setiap saat karena hujan masih sering mengguyur. ”Harapannya, talut yang longsor itu segera diperbaiki,” katanya.
Sebab, jembatan yang disangga talut itu telah diperbaiki pada 2005, tapi talutnya belum pernah diperbaiki.
Sukono memperkirakan, perbaikan talut itu hanya memerlukan dana Rp 15 juta, namun pihak desa belum bisa memperbaikinya karena anggarannya belum cukup.
Plt Kadinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Kabupaten Kudus Samani Intakoris menyatakan belum mengecek dan mengukur talut yang ambrol. Dia mengaku akan segera ke lapangan untuk menyurveinya.
”Kami segera datang ke lokasi untuk mengecek. Kami belum dapat laporan,” katanya. (H74-60) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad