PENGAJAR Ilmu Pemuliaan dan Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan Undip, Daud Samsudewa, telah meneliti dan mempunyai cara menaikkan produktivitas rusa di tempat itu. Strateginya dengan menata pemberian makan yang tepat bagi rusa.
Rusa di alam bebas, memilih pakan secara mandiri dan berkualitas. Di penangkaran rusa sumber pakan terbatas, sehingga pasokan makan harus dipersiapkan seperti di alam bebas. Jenis pakan yang disediakan adalah hijauan, seperti kacang-kacangan, rumput gajah, daun kacang tanah, dan daun lembayung. ”Untuk menambah protein diberikan konsentrat,” katanya.
Rumput dan pakan hijau, belum memberikan protein yang dibutuhkan agar rusa menghasilkan sperma yang berkualitas. Kadar proteinnya antara 8-9 persen. Padahal standar sperma yang baik, butuh asupan pakan yang mengandung 12-16 persen protein. Di penelitiannya, ia mengantikan konsentrat atau pakan tambahan, dengan protein 12-16 persen. Yakni berupa ketela pohon yang kadar proteinnya 10-11 persen.
Dari pengolahan pakan itu bisa berdampak pada peningkatan kualitas spermatozoa pejantan agar tidak dominan unsur Y (jantan), sehingga seimbang dengan X (betina). Saat ini kelahiran rusa di penangkaran lebih banyak jantan, dengan presentase 70 persen dan betina 30 persen. Dampaknya pertumbuhan rusa rendah, karena betina sedikit.
Penempuh doktoral di University Of The Philippine Los Banos ini, berharap menghasilkan formulasi makanan yang tepat sehingga rusa dapat hidup dan berkembangbiak seperti di alam aslinya.
Penangkaran rusa di Jawa Tengah saat ini ada 55 unit. Namun, pengetahuan perawatan masih minim dan cenderung dibiarkan hidup alamiah sehingga kurang produktif.(Zakki Amali-79) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad