KEPALA Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Purbalingga, Agus Winarno, mengatakan, sebenarnya potensi dari batu Kali Klawing tidak hanya untuk akik saja, namun bisa dibikin suvenir lain. Itu jika para perajin memiliki kemampuan untuk mengkreasinya.
”Jika hanya akik kan pembelinya terbatas. Coba jika dibuat yang lain seperti tasbih atau suvenir lain. Pasti nilai guna dari batu tersebut tidak terbuang percuma,” katanya.
Disperindagkop sudah melakukan langkah untuk memberdayakan perajin agar lebih berinovasi.
Bantuan alat berupa gerinda dan bor diberikan untuk meningkatkan kuantitas dan variasi produk, namun belum digunakan secara optimal.
”Kami meminta kepada para perajin untuk lebih kreatif lagi dalam mengolah batu Kali Klawing. Batu dengan kualitas baik diolah menjadi akik atau liontin, kualitas di bawahnya diolah menjadi kerajinan lain. Kami juga sudah mengikutkan mereka dalam pelatihan industri batu yang digelar oleh pemerintah provinsi,” paparnya.
Kabid Perindustrian, Agus Purhadi Satyo, menambahkan, ke depan pihaknya akan menerapkan sistem one vilage one product untuk mengangkat potensi batu Kali Klawing tersebut.
Pihaknya akan menunjuk orang-orang yang tahu batu di desa dekat Kali Klawing, lalu dibentuk kelompok perajin.
”Hal itu dilakukan agar memudahkan dalam pembinaan. Mereka juga akan diajak ke sentra perajin batu di kota lain untuk studi banding,” ungkapnya. (Ryan Rachman-78) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad