BANJARNEGARA - Angin kencang yang melanda Desa/ Kecamatan Batur beberapa waktu lalu, menyebabkan lima ratusan rumah warga rusak.
Kini kondisi mulai mereda dan warga berharap ada bantuan dari pemerintah daerah berupa seng untuk memperbaiki atap rumah.
Warga Dusun Jlegong, Fitriyanto (30) mengatakan, sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap yang terbuat dari seng. Untuk perbaikan, warga berencana akan bergotong-royong. Namun demikian, dia berharap ada bantuan dari pemerintah berupa material seng sehingga bisa meringankan beban warga. ”Mungkin tidak seluruhnya ditanggung pemerintah, tapi setidaknya bisa mengurangi beban kami,” katanya, kemarin.
Kades Batur, Solahudin, menuturkan, sampai saat ini sebagian warga Dusun Jlegong masih bertahan di pengungsian di Masjid Baiturrahman. Sebagian lagi masih tinggal di rumah tetangga dan keluarganya. Warga diimbau untuk tidak berada di dekat rumah yang kondisinya sudah miring. Karena, sewaktu-waktu angin berembus kencang dan merobohkan bangunan semipermanen tersebut. ”Sebelum cuaca normal, kami imbau untuk menjauhi bangunan yang miring,” ujarnya.
Menurutnya, dari 13 dusun di Desa Batur, kerusakan terparah terjadi di Dusun Jlegong, Tieng, Karanganyar, dan Kalianget. Data terakhir hingga siang kemarin, angin kencang di desa tersebut menyebabkan kerusakan 540 rumah dan 11 rumah roboh rata dengan tanah. ”Kerusakan mulai ringan, sedang, hingga berat,” imbuh Solahudin.
Aparat Siaga
Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, menginstruksikan aparat desa dan kecamatan yang rawan bencana untuk stand by di wilayahnya masing-masing. Mereka diminta memantau situasi dan melaporkan kondisi terkini. ”Jangan sampai ada kejadian tapi mereka tidak tahu, apalagi tidak berada di wilayahnya,” tegasnya.
Ditambahkan, sampai saat ini pemerintah masih mendata jumlah kerusakan dan kerugian akibat angin kencang. Dan sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka akibat bencana angin kencang. ”Masih terus kami data, baik kerusakan bangunan maupun kerusakan tanaman produktif,” ujarnya.
Pihaknya siap mencairkan dana tak terduga untuk penanganan pascabencana. Selain itu juga akan diusahakan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). ”Tapi yang mendesak saat ini terutama untuk logistik sudah kami tangani,” jelasnya. (cs-78) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad