PEKALONGAN- Warga Kelurahan Pabean dan Pasirsari, Kecamatan Pekalongan Utara mendesak Pemkot Pekalongan segera berkoordinasi dengan Pemkab Pekalongan untuk memperbaiki pintu air Jeruksari.
Tidak berfungsinya pintu air Jeruksari menyebabkan ratusan rumah di kelurahan tersebut dan kelurahan sekitarnya sering dilanda banjir. Abas (55), warga RT 02/RW 01, Kelurahan Pabean mengatakan, tempat tinggalnya sudah diganggu banjir sejak belasan tahun lalu.
”Penyebabnya, pintu air Jeruksari rusak, tidak berfungsi. Sungai dilebarkan, tapi pintu airnya kecil. Bahkan, kini pintu air sudah tak terlihat. Saat hujan, air tidak bisa mengalir ke laut sehingga menggenangi permukiman warga,” terangnya, Jumat (27/1).
Menurut Abas, pihaknya sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan pintu air Jeruksari tersebut saat musyawarah kelurahan. ”Saya sudah berkali-kali mengusulkan agar pintu air tersebut segera diperbaiki. Namun hingga saat ini belum juga ada perbaikan,” tegasnya.
Meninggikan rumah
Akibatnya, setiap musim penghujan, kelurahan tersebut selalu tergenang banjir. Seperti halnya Jumat (27/1). Dari pantauan Suara Merdeka di Kelurahan Pabean, sepanjang jalan Kelurahan Pabean tampak terendam air. Sebagian rumah warga yang posisinya lebih rendah dari jalan juga tampak tergenang air dengan ketinggian sekitar 20 cm.
Dilanda banjir dari tahun ke tahun, warga pun siaga menghadapi banjir dengan meninggikan rumah. Tasripah (53), mengatakan sudah meninggikan lantai rumahnya sebanyak tiga kali agar air tidak masuk ke dalam rumah. ”Kalau tidak ditinggikan, setiap kali hujan, air pasti masuk rumah,” jelasnya.
Juariyah (65), warga RT 06/RW 04 Kelurahan Pasirsari juga meminta agar pintu air Jeruksari segera diperbaiki. Juariyah mengaku tidak mempunyai cukup biaya jika harus meninggikan lantai rumahnya setiap tahun untuk menghalau air agar tidak masuk ke dalam rumahnya.
”Saya minta agar pintu air segera diperbaiki. Jika tidak segera dibenahi, selamanya rumah kami akan kebanjiran,”pintanya.
Perbaikan pintu air Jeruksari melibatkan dua kepada daerah. Karena keberadaan pintu air Jeruksari berada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Karena itu, warga meminta Wali Kota M Basyir Ahmad segera membicarakan masalah tersebut dengan Bupati Pekalongan Amat Antono.
Harapannya, ratusan warga di Kelurahan Pabean dan Pasirsari serta kelurahan lain yang berada di sekitar pintu air tersebut bisa terbebas dari banjir. (K30-48)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad