BREBES- Bayi laki-laki dari pasangan Amin (20) dan Getha Romadhona Fatoni (18), warga RT 05/ RW 02 Desa/ Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, terlahir tanpa anus.
Anak pertama pasangan muda itu, Jumat (27/1), dirawat intensif di Bangsal Perinatologi RSUD Brebes, karena kelainannya tersebut. Selain tanpa anus, bayi juga menderita komplikasi penyakit lainnya.
Hingga kemarin siang, bayi masih dirawat intensif di dalam inkubator, di ruang khusus Bangsa Perinatologi RSUD Brebes. Bayi itu terlahir dengan bantuan bidan desa dua hari lalu, tetapi kondisinya mengkhawatirkan, sehingga dirujuk ke RSUD Brebes.
"Bayi ini masuk ke RSUD Rabu (25/1), dan langsung kami tangani serius," ujar Kabid Pelayanan RSUD Brebes, dokter Khaerudin, Jumat (27/1).
Dia mengatakan, bayi itu lahir dengan bantuan bidan desa. Namun, saat dilahirkan bayi tidak menangis dan bernapas spontan. Akibat kondisi tersebut, bidan desa merujuk ke RSUD Brebes. Setelah tim medis melakukan pemeriksaan, ternyata diketahui bayi tidak mempunyai anus.
Upaya
Di samping itu, tim medis juga menemukan beberapa penyakit lainnya, yakni jantung membesar dan mengalami Polidaktil atau jumlah jari tangan lebih dari yang normal. "Bayi ini mempunyai jari enam," katanya.
Dia menjelaskan, untuk menangani kelainan yang dialami bayi itu, pihak rumah sakit telah melakukan beberapa upaya. Di antaranya, melakukan operasi Polomostomi atau pembuatan pembuangan kotoran lewat dinding perut.
Upaya itu, hanya bersifat sementara. Nanti setelah bayi berusia sekitar 6 bulan - 1 tahun, baru dilakukan operasi kembali untuk membuat anus secara permanen. Selain itu, pihaknya juga melakukan perawatan intensif agar kondisi umum bayi membaik. "Operasi kami lakukan kemarin. Saat ini kondisi bayi sudah mulai membaik," ujarnya. (H38-49) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad