PEKALONGAN - Perajin dan pengusaha batik dari berbagai daerah di Nusantara mulai melirik International Batik Center (IBC), Pekalongan. Mereka bergantian mendatangi IBC untuk melihat prospek bisnis.
Mereka berasal dari berbagai daerah, di antaranya Yogyakarta, Solo, Cirebon, Bali, Jakarta, Bandung, dan Semarang. Bahkan ada rombongan Pemda di Papua yang tertarik untuk ikut menghuni dan belajar batik di IBC yang akan mulai beroperasi awal Maret mendatang.
Sebagian para perajin sudah datang dan melihat kemegahan gedung dan fasilitas perdagangan di IBC, sebagian lagi masih meminta waktu untuk berkunjung dan berharap bisa menempati kios perdagangan di IBC.
Seperti puluhan perajin Batik Solo yang datang rombongan Rabu lalu (25/1). Mereka melihat-lihat area IBC dan mendapatkan penjelasan langsung dari Manajemen IBC tentang konsep IBC yang merupakan perpaduan dari pusat perdagangan, budaya, edukasi, dan wisata batik dalam skala internasional.
Pengurus Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia (Aspehi) Wilayah Solo Esti Kriswandari Asih yang menjadi koordinator rombongan mengatakan, dia membawa berbagi pengusaha, perajin dan perwakilan asosiasi paguyuban pembatik dari berbagai tempat di Solo khusus untuk mengunjungi dan melihat potensi IBC.
Direktur Utama Gunatex Jaya sebagai penanggungjawab IBC, Drs Arif Guyadi MBA mengatakan, ide besar IBC adalah kebersamaan yaitu bagaimana bersama-sama membangun kebesaran Batik Indonesia.(G16-48) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad