
BANJARNEGARA - Angin kencang yang bertiup selama tiga hari belakangan ini, membuat ratusan rumah rusak sedang dan ringan serta puluhan rumah rusak parah di berbagai wilayah Kabupaten Banjarnegara.
Dampak terparah dialami warga Dusun Jlegong Desa/Kecamatan Batur, yang diterjang angin kencang pada Rabu (25/1) sore. Menurut Fitriyanto warga setempat, angin kencang bertiup sejak pagi hari. Namun bertambah kencang mulai pukul 14.00 dan atap rumah warga mulai lepas. Melihat pemandangan tersebut, warga mulai panik dan berlarian menuju masjid. Kejadian itu berlangsung sekitar dua jam disertai hujan gerimis.
Sekdes Batur M Asrof mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan lebih detil ke dusun-dusun sebagai bahan laporan ke kecamatan dan kabupaten.
''Kami minta rumah yang sudah miring dan dicagak, jangan ditempati dulu. Warga sementara jangan berada di sekitar rumah itu sebab angin masih kencang dan dikhawatirkan rumah dengan kondisi seperti itu bisa ambruk sewaktu-waktu,'' katanya.
Menyikapi kondisi itu, warga berinisiatif memberi pemberat pada atap rumah yang terbuat dari seng. Tujuannya agar tidak mudah diterbangkan angin.
Lebih Ekstrem
Camat Batur Agus Kusuma menambahkan, jumlah kerusakan rumah di Dusun Jlegong Desa/Kecamatan Batur sementara 106 rumah. Rata-rata rusak pada bagian atapnya. Namun demikian, pendataan masih terus dilakukan.
''Berdasarkan laporan dari enam desa, ada 184 rumah rusak dan yang roboh tujuh rumah. Kami masih terus mendata kerusakan untuk dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar ditangani lebih lanjut. Bantuan darurat berupa genset di Masjid Baiturrohman Jlegong, diberikan pada malam setelah kejadian,'' katanya.
Kerusakan pada bagian atap juga terjadi pada bangunan SDN Kepakisan dan SDN Pekasiran. Adapun jumlah kerugian sementara belum bisa ditentukan.
''Angin kencang biasa bertiup di awal tahun, hanya saja tahun ini lebih ekstrem. Maka kami minta anak-anak dan perempuan sementara di pengungsian dan yang laki-laki ronda malam,'' katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara Tursiman mengatakan, pihaknya masih terus memantau situasi dan mendata kerusakan serta kerugian akibat angin kencang. Sejumlah laporan dari beberapa desa sudah masuk.
''Kami berkoordinasi dengan Dinsonakertrans dan PMI untuk mengirim bantuan darurat. Adapun untuk bantuan perbaikan rumah akan diusulkan setelah pendataan tuntas,'' katanya. (cs,H25-44)
(/)