
BUMIAYU - Puluhan rumah di Desa Wanatirta Kecamatan Paguyangan, Brebes rusak diterjang angin kencang. Tidak ada korban jiwa, namun musibah yang terjadi Rabu (25/1) pukul 16.30 tersebut memaksa tujuh warga dari dua keluarga mengungsi karena rumahnya ambruk dan rata tanah.
Rumah roboh masing-masing milik Iswandi (33) dan Dasimpen (60), keduanya warga Dukuh Buaran RT 07 RW 01 Desa Wanatirta.
”Bagian atap ambruk, begitu pula dengan dinding rumah sehingga tidak dapat ditempati. Sementara itu, bersama anak istri saya mengungsi ke rumah mertua,” kata Iswandi, kemarin. Dia menyatakan, angin kencang sebenarnya sudah dirasakan sejak Selasa siang (25/1). Pada saat itu, angin membuat atap dan sebagian genteng beterbangan. Sehari berikutnya sekitar pukul 16.30, angin kencang kembali datang.
”Lebih kencang dari sebelumnya sampai atap rumah ambruk. Beruntung istri dan anak sempat menyelamatkan diri sebelum atap ambruk,” tuturnya.
Kondisi memprihatinkan dialami oleh Dasimpen. Janda tujuh anak tersebut kehilangan rumah yang dibangun setahun lalu dari hasil menabung.
”Rumah saya memang belum selesai sempurna, sekarang sudah rata tanah,” katanya pasrah. Baik Iswandi maupun Dasimpen mengaku belum ada pejabat yang menengok musibah yang dialaminya. Namun begitu, keduanya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk kembali membangun tempat tinggalnya.
Data Kerusakan
Kaur Pemerintahan desa setempat Mulyo Subegjo menerangkan, saat ini pihaknya masih mendata kerusakan yang ditimbulkan angin kencang. ”Dari laporan yang masuk sementara ini terdapat dua rumah roboh dan 50 rumah lain di sejumlah pedukuhan mengalami kerusakan ringan. Jumlah pasti kerugian masih kita inventarisasi,” papar dia.
Sapuan angin kencang juga menumbangkan ratusan pohon pinus milik Perum Perhutani. Di wilayah RPH Sirampog BKPH Paguyangan, tercatat 20 pohon pinus tumbang dan menimpa jaringan listrik PLN. Akibatnya, aliran listrik di Desa Pandansari dan Cipetung padam.
”Sampai sekarang (kemarin siang-red) masih diperbaiki oleh pihak PLN,” kata Sekretaris Desa Pandansari Hadi Pramono.
Kepala BKPH Paguyangan Sukendar mengutarakan, jumlah pohon yang tumbang akibat terjangan angin kencang mencapai 162 batang.
Jumlah itu tersebar di RPH Sirampog (20 batang), RPH Kretek (123 batang), RPH Igirklanceng (15 batang), dan RPH Kalikidang (4 batang). Dari jumlah tersebut, 15 batang tegakan yang roboh di RPH Igirklanceng dijarah masyarakat, sedangkan sisanya bisa diamankan Perhutani. ”Pohon-pohon pinus yang tumbang itu akibat diterjang angin,” ucap Sukendar.
Kasi Tramtib Kecamatan Paguyangan Lukman Hakim mengemukakan, pihaknya segera mengecek kerusakan yang ditimbulkan akibat angin kencang. ”Laporan resmi dari pihak desa belum ada, tapi kita mendengar adanya musibah itu dan segera kita cek,” tandasnya. (H51-58)
(/)