LAMA tinggal di Jakarta, tidak membuat Siti Maesaroh (19), salah seorang finalis Putri Batik Pantura 2012 lupa kampung halaman. Terlahir di Kabupaten Pekalongan, 25 Agustus 1992, Maesaroh memutuskan pulang ke Pekalongan di saat ia baru mulai merintis menjadi bintang sinetron di Ibu Kota.
Keputusannya itu telah dpikirkan matang. Ia meninggalkan Jakarta karena ingin berpartisipasi dalam membangun dan mengembangkan potensi Kabupaten Pekalongan. Yakni melalui ajang Pemilihan Putri Batik Pantura 2012.
”Selama tinggal di Jakarta, saya banyak bertemu dengan orang-orang dari berbagai daerah. Banyak dari mereka yang menanyakan, ada apa di Kabupaten Pekalongan? apa yang menarik dari Kabupaten Pekalongan?” paparnya saat berbincang dengan Suara Merdeka di kantor perwakilan Suara Merdeka Pekalongan beberapa waktu lalu.
Pariwisata
Ia pun memutuskan untuk meninggalkan dunia sinetron yang telah dimasuki sejak duduk di kelas 1 SMA dan kembali ke Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, banyak potensi di Kabupaten Pekalongan yang bisa digali dan dikembangkan.
Karena itu, Saat ini, gadis yang pernah bermain dalam sejumlah sinetron, di antaranya ”Nada Cinta”, ”Citra Fitri” dan ’Cinta Cenat-Cenut” itu mulai mendalami pengetahun tentang Kabupaten Pekalongan. Mempelajari adat masyarakat, potensi ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Pekalongan.
Hal itu nantinya akan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Selama ini, lanjut dia, untuk memperkenalkan Kabupaten Pekalongan, biasanya ia mengajak teman-temannya dari Jakarta untuk berkujung ke Kabupaten Pekalongan.
”Saya ingin banget membagun dan mengembangkan potensi pariwisata Kabupaten Pekalongan. Siapa lagi yang akan mengembangkan Kabupaten Pekalongan jika bukan putra putri daerah? Saya ingin Kabupaten Pekalongan dikenal masyarakat luas,” tegasnya. (Isnawati-23)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad